Facebook Mata-matai Pengguna Lewat WhatsApp Dark Mode?

~ Ada CIA di balik WhatsApp dark mode?

Fitur WhatsApp dark mode belum dirilis. Namun, berita tentang pergantian mode gelap ke terang layar WhatsApp sangat berselemak di berbagai medol alias media online.

Baik yang ditulis oleh blogger teknologi maupun media jaringan sekelas Tribunnews tak mau ketinggalan menggarap berita cara mengaktifkan fitur WhatsApp dark mode.

Emang seberapa pentingkah fitur yang hanya mengubah mode layar dari terang ke gelap, atau sebaliknya itu? Kan nggak bakalan mengubah hidupmu juga? Misalnya, statusmu berubah dari jomblo lalu mendapat pasangan untuk dinikahi hanya gara-gara mengaktifkan dark mode on.

No… no… no…!

Kenapa media mainstream tidak memberitakan release fitur baru WhatsApp saja? Kenapa harus ikut mencaplok kata kunci cara mengaktifkan fitur WhatsApp dark mode? Biarkan saja keyword itu untuk para blogger.

Medol cukup menginfokan news yang berisi isu besar dan menelusuri hal penting bagi publik. Contohnya, berapa banyak orang Indonesia yang positif terjangkit Corona? Itu lebih penting bos. Masak kek gitu harus diajarin? Ckckck.

Berita WhatsApp dark mode
Berita WhatsApp dark mode daei berbagai Media online nasional.

Ketika media-media besar tak mau ketinggalan menerbitkan secara estafet soal cara mengaktifkan WhatsApp dark mode, kesan yang saya tangkap seolah-olah fitur ini penting banget. Apa benar begitu? Seberapa penting bila dibandingkan dengan kebutuhan terkait sesak berakmu yang mendadak, Bree?

Ketika isu tersebut kian masif digedor, para pengguna WhatsApp pun mulai waswas menantikannya. Baik user yang menggunakannya untuk sekadar merayu gebetan, hingga para alumni yang tersebar berjamaah di setiap grup-grup WhatsApp.

Padahal, fitur mode gelap bukan sesuatu yang baru. Juga bukan sebuah inovasi yang mengundang decak kagum.

Ini bukan menghina ya.

WhatsApp kalah cepat jika baru sekarang dengan cerianya gembar-gembor ingin menurunkan dark mode tersebut. Terkesan genit. Padahal, banyak aplikasi lain yang telah lebih dulu menyuguhkan dark mode kepada para penggunanya.

Bahkan, website sekarang sudah bosan dengan fitur mode gelap-terang itu. Dan mereka juga tak seheboh WhatsApp saat pertama kali mengenalkan fitur tersebut.

Contohnya, aplikasi blog Medium juga sudah menyediakan fitur mode gelap.

Mode gelap terang pada aplikasi android
Mode gelap terang pada aplikasi Android.

Beberapa aplikasi Android lain seperti Keep milik Google, ketika menambah fitur mode gelap biasa saja. Tiba-tiba muncul begitu saja, tanpa diberitakan secara heboh bingit seperti sedang ada khanduri raya.

Bisa jadi, Keep belum terlalu familiar dan banyak pengguna. Maka dari itu, Google pun tak membuatnya heboh.

Secara pribadi saya kepincut fitur dark mode pada saat update terbaru macOS Mojave pada 24 September 2018. Fitur mode gelap itu ditambah dalam macOS Mojave sebagai fitur utama saat memperbaharui sistem operasi buatan Apple tersebut.

Ternyata fitur dark mode macOS Mojave tidak bisa pakai di Mac mini saya. Si Dek Mac (saya menyebutnya begitu) terlanjur tua untuk di-upgrade ke sistem Mojave. Ya sudah, mode gelap tidak bisa diterapkan ke komputer saya.

Padahal dark mode penting untuk meredam cahaya layar monitor yang lumayan kontras. Apalagi jika berada di ruangan agak sedikit gelap.

Di smartphone, mode gelap lumayan penting untuk meredam cahaya layar. Terutama untuk Anda-anda kaum rebahan yang sering onlen hingga lewat tengah malam.

Nah buat mereka-mereka ini, sangat penting ada fitur mode gelap untuk menyelamatkan kesehatan mata di kala manusia tidak mampu melepaskan diri lagi dari smartphone.

Sejak awal 2020 hingga tulisan ini tayang, fitur dark mode WhatsApp versi beta sudah bisa dicicipi di Android, iPhone, atau PC desktop. Untuk cara mengaktifkannya, sila tengok tutorial di bawah tulisan ini.

Facebook sebagai pemilik WhatsApp mengatakan masih melakukan serangkaian tes untuk memastikan fitur itu cukup stabil bagi pengguna dan tidak ada bug di dalamnya.

Lamanya pengembangan fitur dark mode WhatsApp membuat saya bertanya-tanya. Masak sih lama sekali waktu yang diperlukan untuk membuat fitur yang sebenarnya kecil saja bagi gergasi teknologi seperti Facebook.

Infomotion grafik WhatsApp dark mode
Infomotion grafik WhatsApp dark mode.

Apa jangan-jangan di fitur dark mode WhatsApp juga disematkan backdoor sebagai celah mengintip aktivitas penggunaan media sosial tersebut?

Astagfirullah! Kok suudzon sampai ke situ. Maafkan saya, Bang Mark.

Tapi boleh dong sesekali bersikap skeptis plus waswas terhadap fitur baru di aplikasi yang saban hari kita gunakan tersebut. Walaupun kita hidup di negara +62, masalah privasi juga wajib dipedulikan, Bree.

Privasi yang mana? Ini dia. Baru-baru ini ada kabar buruk soal penemuan bug dalam WhatsApp grup, lewat fitur “Invite to group link”.

Fitur ini memungkinkan Google bot mengindeks tautan-tautan yang berseliweran di grup-grup WhatsApp, lewat laman pencarian Google. Ada kemungkinan, ketika kamu iseng bikin video aneh lalu iseng mengirim ke grup sebagai bahan bercanda, keisenganmu akan diketahui orang di seluruh dunia.

Ini kan ambyar.

Kalau saya boleh memakai teori konspirasi global, ini pasti ulah CIA yang meminta ke WhatsApp dibuatkan backdoor tersebut supaya bisa melacak percakapan orang tertentu yang menjadi buruannya di WhatsApp.

Tentu ini tuduhan saya belaka berdasarkan asumsi tak masuk akal versi saya. Kalau kamu tanya ke CIA pasti dibantahnya, kok.

Bug tersebut pertama kali diungkap oleh jurnalis bernama Jordan Wilson melalui Twitter. Kalau berkenan membaca selengkapnya bisa lihat postingan Instagram Aulia Fitri, Founder HackMedia.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Aulia Fitri (@hack87_) on

Motion video pada slide yang terakhir yang diunggah HackMedia sudah membeberkan secara jelas. Jadi, mukaddimah soal bug tidak lagi saya perpanjang.

Poin pentingnya, apakah bug itu berbahaya atau tidak, inilah yang penting sekali untuk diketahui publik dan media arus utama di Inonesia harus menelusuri isu tersebut.

Akhirul kalam, saya tutup dengan pertanyaan. Seberapa pentingkah fitur baru dark mode WhatsApp dengan sebuah bug dalam fitur WAG ‘invite to group link’?

Saya rasa, warga +62 lebih menantikan kehadiran fitur baru WhatsApp dark mode bak kedatangan bintang Korea dari pada data pribadinya dicuri orang.

Maaf, saya terpaksa sinis.

Oke, Begini Cara Mengaktifkan WhatsApp Dark Mode di Android, iPhone & Desktop

Android

Karena WhatsApp dark mode masih versi beta, bila kepingin banget coba fitur ini, Bree  harus ikut Google Program Beta. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Daftar dalam program beta melalui Google Play Store melalui tautan ini.
  2. Jika beruntung, permohonanmu akan diproses dalam beberapa jam. Jika katanya sudah kepenuhan, lewati langkah selanjutnya, langsung loncat saja ke poin 4.
  3. Setelah diikutkan langkah selanjutnya tinggal update WhatsApp ke versi beta 2.20.53 atau di atasnya.
  4. Bila tidak dapat ikut program beta, Bree bisa mengunduhnya melalui link ini.
  5. Restart aplikasi.
  6. Selanjutnya tap Setting di WhatsApp lalu Chat dan aktifkan dark mode.

iOS

Fitur WhatsApp dark mode di iOS hanya tersedia untuk versi iOS 13 +.

  1. Bergabung dengan program beta di iOS, silakan klik tautan ini.
  2. Kemudian download dan install aplikasi TestFlight.
  3. Klik tautan yang dikirim ke email oleh WhatsApp.
  4. Perbarui dan luncurkan WhatsApp.
  5. Selanjutnya tap Setting di WhatsApp lalu Chat dan aktifkan dark mode.

PC Desktop

Nah, ini yang mengecewakan sedikit. WhatsApp dikabarkan sedang mengembangkan fitur dark mode untuk desktop. Hal ini diungkap oleh developer Mahesh B Wijerathna melalui akun twitternya, seperti dilansir dari Techradar, Jumat, 28 Februari 2020.


Selamat mencoba! Oya, bila tidak berhasil cara aktifkan mode gelap WhatsApp dari petunjuk di atas, jangan salahkan saya. Lebih baik tunggu saja fitur dark mode itu rilis secara resmi dan aktifkan sendiri di WhatsApp smartphone-mu.

Komentar

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here