Si Cantik ZTE MF283u, Modem Router yang Sangat Strong Menangkap Sinyal 4G LTE

#Review

~ Mampu membuka kunci hati semua operator, lho

Belum pun siap menulis review, belum juga habis masa garansi, modem Huawei E3372h yang mengalirkan quota internet seluler sehari-hari, akhirnya “wabaskiras” juga. Ya udah, lupakan aja modem seri E3372h-607 yang mengusung chipset balong itu. Soalnya, sekarang sudah ada modem baru sebagai penggantinya, dari brand ZTE.

Nama panjang produk ZTE tersebut: Modem Router ZTE CPE MF283u 4G LTE Unlock All Operator. Kecepatan tertinggi modem ini diklaim hingga 150MBps. Modem ini hasil pembaruan dari kakaknya, ZTE MF253 100Mbps, yang rilis pada 2013.

Seiring meluasnya jaringan 4G LTE FDD (Category 4) DL 150Mb/s UL 50Mb/s, ZTE kemudian memperbarui router CPE ke seri MF283 pada 2015 lalu. Kemudian di-update lagi menjadi ZTE CPE seri MF283+, hingga yang terbaru ZTE CPE seri MF283u.

Pertanyaan yang mungkin bakal hadir (sekaligus panjang), masih worth it kah memakai modem keluaran tujuh tahun lalu untuk melayani koneksi jaringan 4G LTE cat-4 demi kebutuhan internet sehari-hari pada 2021 ini? Cukup tangguhkah dirimu untuk selalu ku andalkan, oh modem jadul? Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang, woho…

Sebelum kita menyanyikan lagu Seberapa Pantas dari SO7 itu, sebaiknya baca dulu review lengkap ZTE CPE MF283u yang diulas sedetil-detilnya. Mulai dari perangkat keras hingga isi bagian dalam firmware-nya serta plus minus.

Oya…modem router ZTE CPE MF283u ini juga bakal ditandem dengan Mikrotik RB952ui 5ac2nd untuk manajemen bandwidth yang lebih stabil.

Mikrotik RB952Ui vs ZTE CPE MF283u 4G LTE. (© Breedie/Fauzan)
Mikrotik RB952Ui vs ZTE CPE MF283u 4G LTE. (© Breedie/Fauzan)

Apa itu Modem CPE?

Sebelum membahas fitur apa saja yang disematkan dalam modem ZTE MF283u, ada baiknya kita cari tau dulu apa arti CPE yang dicantumkan dalam produk bikinan Zhong Xing Telecommunication Equipment Company tersebut.

CPE singkatan dari Customer-Premise Equipment yang berarti ‘peralatan yang disediakan pelanggan’.  Sebuah perangkat atau terminal yang diletakkan di rumah pelanggan yang terhubung dengan jaringan telekomunikasi sebuah operator. Begitu kira-kira hasil terjemahan bebas Wikipedia bahasa Inggris.

Baca Juga: MikroTik RB952ui yang Maharnya Setara Cicilan Mio tapi Mantul Mengatur Koneksi Internet

Dari segi fisik, CPE sebuah perangkat all in one yang menggabungkan semua jalur jaringan. Baik jalur kabel maupun nirkabel ke dalam satu produk saja. Misalnya, fitur lengkap yang dimiliki ZTE MF283u. Ada perangkat router board dengan tambahan slot SIM card yang mendukung 4G LTE, WiFi, port LAN RJ-45, port RJ-11 colokan kabel telepon, dan dilengkapi lagi dengan satu port USB.

Karena fiturnya lengkap, maka harga modem ini juga selangit. Walaupun nggak sampe ke langit ketujuh. Maka, jangan lagi membandingkannya dengan modem USB stick seperti Huawei E3372h seharga 500 ribuan yang sudah innalillahi lebih dulu. Fungsi modem model ini tok sebatas up/down streaming internet dari operator seluler via jalur USB ke komputer saja.

Kalau pingin berbagi waifai lagi ke smartphone, biasanya Modem Huawei E3372h ditandem ke sebuah router TP-Link TL MR 3420 v2. Maka jadilah ia sebuah perangkat CPE rakitan versi kaum kere hore.

Di kalangan pengusaha RT/RW Net, modem Huawei E3372h disandingkan dengan MikroTik seri USB. Bermodal “alat tempur” ini saja udah bisa langsung buka usaha voucher WiFi siap pakai skala rumahan atau warung di persimpangan kampung.

Sementara bagi “aktivis” WiFi rumahan, biasanya mereka menggemari paket bundling modem USB stick dan router TP Link seri MR3420. Karenanya, produk ini sangat laris manis di berbagai marketplace.

Namun, membeli produk terpisah antara modem dan router lalu dikawin silang kan lagi menjadi CPE rakitan selain agak riskan juga merepotkan. Bahkan, sangat tidak efisien dari segi daya.

Solusi terbaiknya, langsung memakai CPE built-in pabrik. Dari segi stabilitas konsumsi daya hingga tingkat efisiensinya sudah diperhitungkan secara matang oleh para engineering perusahaan.

Pengalaman saya mengawinkan USB modem Huawei ee3327h dengan Mikrotik RB952Ui memang sangat sepadan. Perangkat hidup terus 24 jam, 7 hari 7 malam nonstop hingga 9 bulan kemudian baru padam.

Paket internet murah 100GB dari IM3 mengalir deras via modem Huawei e3327h-607 langsung masuk ke sistem manajemen internet MikroTik. Dari MikroTik disalurkan ke komputer melalui kabel LAN, ke smartphone via WiFi built-in MikroTik, dan satu lagi router acces point outdoor tambahan ke tiang monopole demi menyebar kebaikan WiFi hostspot sistem voucheran ke tetangga sebelah. Hehe…

Naasnya, sering padam listrik tengah malam. Yang rusak bukannya router MikroTik, malah si modem USB itu sendiri menjadi error: no services alias tidak mengenali sinyal kartu SIM yang dipasang.

Baca Juga: Hujan, Pisang, dan ML

Sejatinya, kalau sudah ada pengganti yang baru, maka yang lama pelan-pelan lupakan saja si Huawei E3372h itu. Mari fokus memuja si cantik nan jelita ZTE CPE MF283u unlock all operator yang baru beberapa hari lalu unboxing, terus sudah running 24 jam, 7 hari 7 malam nonstop terus tanpa henti.

Kalaupun router ZTE mati berhenti bekerja, dapat dipastikan listriknya sudah padam. Dia akan online kembali dengan sendirinya kalau charger tidak dicabut dari stop kontak. Jadi, mumpung masih ada garansi 11 bulan lagi, modem router 4G ZTE CPE ini akan “disiksa” dengan cara online terus hingga habis masanya.

Penasaran bagaimana rasanya memakai modem router 4G ZTE MF283u? Overall, sangat puas dan menyenangkan.

Router ZTE CPE MF283u 4G LTE
Router ZTE CPE MF283u 4G LTE. (© Breedie/Fauzan)

Daya Tangkap Sinyal Lebih Kuat Berkat Chipset Qualcomm

Di website ZTE tidak disertakan informasi chipset model apa yang menjadi otak dari modem CPE MF283u. Sementara laman LTE Mobile Broadbands menyebutkan modem ini memakai chipset MDM9225, salah satu lini produk Qualcomm. Chipset Qualcomm SoC MDM9225 yang rilis pada 2017 didesain mendukung 4G LTE Cat-4 dan wireless router dengan slot SIM card.

Sampai di sini, saya kira tidak ada yang meragukan SoC dari brand ternama Qualcomm yang menjadi jantung si CPE ZTE MF283u. Kelebihan utama chipset Qualcomm terletak pada daya jangkau sinyal yang lebih kuat. Juga sangat tahan panas. Tak heran, jika ploduk-ploduk ZTE menjadi produk EOM langganan PT Telkom sebagai produk customer-premise equipment paket bundle IndieHome.

Dari beberapa hari masa pakai modem ini, dapat disimpulkan daya tangkap sinyal 4G LTE sangat strong. Padahal posisi modem router dibiarkan tergeletak begitu saja di sudut ruangan dekat stop kontak.

FYI saja, lokasi rumah saya termasuk dalam area blank spot sinyal operator seluler. Baik jaringan Telkomsel, Indosat, hingga XL Axiata. Untuk operator 3 tidak usah disebut lagi, tinggal menghitung hari bakal melebur ke Indosat Ooredoo.

Baca Juga: Modem Huawei MiFi Teman Setia Kala Malam Tiba

Dengan modem ZTE CPE ini, cukup dua bar sinyal atau sekira -110 dBm saja (sinyal kualitas terburuk) sudah mampu mengalirkan down stream rata-rata hingga 4-5 Mpbs, berdasarkan hasil pengujian speedtest Ookla. Sedangkan di jam-jam sibuk, rata-rata mampu bertahan di kisaran up to 1 Mbps. Masih cukuplah untuk streaming YouTube pada satu handphone.

Tentu kecepatan internet itu belum dioptimasi dengan menempatkan modem router pada sudut ruangan yang kuat daya tangkap sinyal frekuensi 4G LTE FDD. Dan juga, belum memasang antena MiMo eksternal melalui dua port SMA, yang khusus menjaring sinyal LTE dari luar ruangan.

Fitur Modem ZTE CPE MF283u 4G LTE. (© Breedie/Fauzan)
Fitur Modem ZTE CPE MF283u 4G LTE. (© Breedie/Fauzan)

Fitur dan Spesifikasi Hardware ZTE

  • Fitur wajib tentunya WiFi untuk berbagi paket data internet melalui frekuensi 2.4 Ghz (2.400Ghz – 2.483GHz) dengan kecepatan transfer data hingga 300 Mbps dan menampung 32 pengguna.
  • Terdapat empat slot port RJ45 untuk menyambungkan router modem ke desktop via kabel LAN.
  • Dua port RJ 11 untuk sambungan kabel telepon juga ada. Dengan port ini memungkinkan modem dipasangkan saluran telepon PABX dan dukungan PSTN VOIP suara.
  • Tersedia 2 slot penghubung antena eksternal kompatibel SMA interface.
  • Kelengkapan frekuensi LTE TDD, LTE FDD, LTE Broadcast, WCDMA (3C-HSDPA, DC-HSUPA), WCDMA (DC-HSDPA, HSUPA), WCDMA (DC-HSDPA, DC-HSUPA), TD-SCDMA, CDMA 1x, EV-DO, GSM/EDGE.
  • Mendukung pita frekuensi LTE FDD Band 1, 3, 5, 7, 8, 28 dan LTE TDD Band 38, 40, 41.
  • Pita frekuensi HSDPA/HSUPA/HSPA+/LTE => HSDPA: DL 14.4Mb/s (Category 10) DL 21Mb/s (Category 14). HSUPA: UL 5.76Mb/s (Category 6) LTE FDD (Category 4): DL 150Mb/s UL 50Mb/s LTE TDD(Category 4): DL 117Mb/s UL 9Mb/s.

Selain itu, dengan adanya port LAN RJ 45, sangat memudahkan menyalurkan internet ke router Mikrotik, untuk manajemen bandwidth yang lebih adil dan beradab. Tentunya, bisnis jualan voucheran paket waifai lebih stabil dan menggiurkan.

Fitur dari Firmware Modem Router ZTE CPE MF283u

Selain fitur standar firmware untuk manajemen modem, fitur menarik lain yang ditambah dalam firmware ZTE CPE MF283u adalah parental control. Fitur ini dapat mengontrol hak akses internet oleh anak-anak pada hari dan jam tertentu. Bagi ibu-ibu yang menerapkan standar internet sehat dalam keluarga, modem CPE ini pilihan tepat dengan adanya fitur tersebut.

WebUi Modem Router ZTE CPE MF283u 4G LTE
WebUi Modem Router ZTE CPE MF283u 4G LTE. (©Breedie)

Kekurangan ZTE MF283u 4G LTE

Terus terang, modem router ZTE CPE MF283u 4G LTE masih bertahan dengan teknologi LTE Category 4. Kalau merasa sudah jadul, dalam SKU official produk ZTE, untuk CPE tidak ada daftar produk yang Cat-6, Cat-11, dan Cat-16. Tapi langsung loncat ke CPE 5G, yaitu ZTE CPE 5G Indoor Router.

Sementar di bagian sistem manajemen jaringan seluler yang ditanam dalam firmware ZTE MF283u, belum tersedia pilihan lock sinyal. Harusnya ada, seperti web UI HiLink firmware milik firmware Huawei E3372H yang terkenal itu.

Paket Modem ZTE CPE MF283u 4G LTE
Paket Modem ZTE CPE MF283u 4G LTE. (© Breedie/Fauzan)

Kesimpulan

Masih worth it kah mengorder modem router ZTE CPE MF283u 4G LTE unlock all operator di tahun 2021? Tentu masih layak sekali. Apalagi bila melihat lebih dekat, dengan chipset MDM9225 yang dirilis Qualcomm pada 2017, tentu CPE versi MF283u bisa dibilang produk yang masih segar dan relevan.

Penggunaannya pun sangat simpel nan fleksibel. Tinggal masukkan kartu SIM seluler yang sudah ada paket data, modem tinggal pencet tombol on, internet siap melayani semua anggota keluarga hingga 32 perangkat.

Kemudahan lain, tidak perlu lagi install driver di komputer. Untuk mengelola koneksi dan mengganti password WiFi atau restart data, cukup buka sistem operasi modem via browser dengan alamat IP 192.168.0.1.

Jika mau lebih mudah lagi mengakses sistem modem, cukup menginstall aplikasi ZTE Link di smartphone. Kode user dan password login standar, sudah tertera dalam kotak penjualan atau bisa melihat info singkat di pantat modem.

Baca Juga: Sahur Terakhir Bersama Smartphone Cina

Jika tidak tertarik dengan modem ZTE CPE MF283u, masih ada CPE merek sebelah, Modem Huawei B315 4G LTE yang setara MF283u. Dari segi harga beda-beda tipis, tergantung yang jual.

Pesan terakhir, kalau Bree melirik CPE Huawei B315, harus jeli melihat seri produknya, karena turunan produk Huawei CPE B315 banyak versi dan banyak juga produk KW-nya. Ada HUAWEI B315s-22, HUAWEI B315s-936, dan HUAWEI B315s-607. Setiap versi memiliki kelebihan dan kekurangan masih-masing.

Sebelum bertanya, modem router ZTE CPE MF283u beli di mana? Saya beli di Tokopedia, yang jual RODSON Official Store (Modem Indo).

KOMENTAR

4 KOMENTAR

  1. Gan, knp tidak bisa buka web ui dr zte 4g wireless router mf283u ini ya? padahal sdh pake IP 192.168.0.1 dan install ZTE Link juga? nyobanya di PC barusan

  2. Bisa sharing printer lewat USB Port ngga ya?
    Saya pakai zte mf283u sama persis dengan review tapi keluaran telkomsel orbit star 3. Terima kasih

    • Perangkat CPE yg dilengkapi USB memungkinkan untuk sharing data kalau yg di insert USB flashdisk. Kalau printer bisa juga, tapi saya belum pernah mencobanya.
      Tapi kalau dilhat dari sistem webui, tidak ada penampakan fitur share printer.

      Kalau diperangkat cpe lama seperti Huawei HG533 sudah flash ke OS OpenWRT, fitur khusus untuk sharing print ada.

      Suatu hari nanti, kalau sudah ada perangkat baru, modem CPE zte MF283u bakal saya flash ke OpenWRT juga. XD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here