Modem Huawei MiFi Teman Setia Kala Malam Tiba

~ Seperti naik kereta api malam, bebas hambatan

Dua tahun sudah saya naik modem Huawei MiFi (dibaca maiphai bukan miphi) saat berselancar ke dunia si maya; dunia kedua terpenting bagi saya setelah dunia nyata.

Selain bermasyarakat di dunia nyata, saya (termasuk Anda) juga ikut ber-netizen di dunia maya. Dan bagi saya, masuk ke dunia maya adalah sisi lain yang jarang diketahui tetangga.

Saat para tetangga perkasa saya sudah masuk ke alam mimpi setelah jarum jam melewati angka sembilan, giliran saya masuk ke alam maya. Entah itu ber-online ria menyapa kan-kawan di grup WhatsApp, koding, dan desain koran.

Sesekali cuci mata di toko sebelah. Kalau nggak order barang, ya nambah wishlist hingga keranjang belanja digital saya penuh.

Salah satu barang yang hingga kini ada di keranjang adalah modem dari berbagai merek, karena saya gemar mencari modem baru.

Perkara kapan beli, itu nanti dipikirkan. Bisa dikatakan kegiatan selancar dunia maya ini sebagai pelepas penat setelah lelah seharian di kebun kopi.

Aktivitas berinternet malam sering saya lakoni sendirian bersama dek mac dan modem Huawei MiFi E5577.

Di desa saya tinggal belum ada infrastruktur kabel serat optik untuk berlangganan internet yang sudah jadi kebutuhan primer masa kini.

Namun, seorang tetangga saya yang toke kopi mau tak mau harus berlangganan internet tembak via antena radio.

Demi kebutuhan internet juga, antena parabola mulai diganti dengan antena radio LiteBeam M5 23dBi untuk tembak sinyal.

Ini artinya desa kami sudah go online lah.

Sebelumnya saya sudah pernah menulis soal perbedaan jaringan internet di kota versus di desa. Di desa kami, cukup sangkut antena di pokok kayu sudah bisa poiting jaringan.

Tidak seperti di Matang, kampung kelahiran saya, di mana orang berlomba-lomba meninggikan tiang agar bisa menembak jaringan internet karena belum ada jaringan indiehome.

Padahal saya sudah planning memasang jaringan internet melalui ISP (Internet Service Provider) lokal yang reseler paket internet indiehome juga.

Cuma harga pasang perdana paling murah Rp2,5 juta dan biaya langganan bulanan Rp250 ribu.

Harga biaya pemasangan perdana sebanyak itu agak berat bagi saya. Akhirnya, saya pun memilih setia dengan perangkat modem MiFi Huawei E5577.

Modem yang secara penampakan mirip gimbot terselubung ini murah meriah.

Modem Huawei E5577 ini sudah lebih dari cukup untuk penggunaan harian tiga perangkat aktif: satu PC dekstop dan dua smartphone.

Ganjil itu kan baik, Bre.

Biar pun kadang-kadang juga bisa genap ketika datang tamu yang ingin membutuhkan internet.

Dan ternyata saudara-saudara sekalian, setelah saya compare dari segi biaya, ternyata masih lebih murah konsumsi internet yang saya pakai ketimbang tetangga.

Untuk biaya bulanan, saya bergantung pada paket Telkomsel 30GB, yang rata-rata 150 ribuan. Dan paket ini bila disematkan ke dalam modem Huawei E5577, rata-rata bisa cukup sebulan.

Kalau pemakaian kencang, dan sering kedatangan kawan, bisa 25 hari. Hemat, kan?

Kok bisa hemat? Jangan-jangan cuma buka WhatsApp tok? Nggak, dong.

Selain browsing berita, saya juga aktif di Twitter, Telegram, dan skrolling feed Instagram. Nonton podcast Deddy Corbuzier setiap hari, Soleh Solihun interview di YouTube kalau artisnya ada yang saya suka. Tentunya yang paling saya tunggu, podcast Raditya Dika membahas soal keuangan.

Mungkin timbul pertanyaan, apakah modem Huawei E5577 termasuk “modem sakti” yang mampu menghemat kuota internet?

Jawabannya tidak.

Pemakaian internet jalur paket kuota tidak ada yang namanya hemat. Banyak pengguna mengeluh baru beli paket beberapa hari kemudian habis. Sebetulnya ini kembali kepada cara hemat paket internet jaringan seluler.

Kuncinya ada di manajemen pemakaian data. Itu.

Untuk tips cara hemat pemakaian paket data internet akan saya bahas di tulisan yang lain. Di sini fokus dulu soal modem Huawei E5577.

Baca Juga: Dermaga Teluk Suyen yang Viral Tanpa Label di Tepi Danau Laut Tawar

Apa keistimewaan modem ini sehingga saya harus nulis review segala? Seorang blogger sejati wajib berbagi rezeki, eh, maksudnya berbagi informasi.

Padahal agak malas juga berbagi info yang lumayan privasi tentang pemakaian internet pribadi saya.

Ntar saya dibanjiri dengan iklan produk modem baru misalnya, modem Huawei Wingle USB alias WiFi Donggle dengan colokan USB, produk baru MiFi tanpa baterai, kiban?

Kebandelan Modem Huawei E5577

Jadi begini, Bre, selama pemakaian yang sudah berjalan dua tahun ini, modem ini lumayan bandel. Walaupun nggak nakal-nakal amat.

Kebandelan pertama yang bikin saya takjub adalah hanya dengan satu bar saja jaringan 4G yang didapat, saya sudah bisa berselancar ria. Streaming YouTube tanpa lag dan lemot.

Tapi yang bikin miris bahkan sangat miris, jaringan 4G milik provider Telkomsel di desa saya Rembele, hanya tempias jaringan saja. Betul-betul jaringan GSM sejati alias geser sana-sini muati.

Kebandelan kedua, baterainya lumayan bisa tahan tiga jam untuk online terus tanpa henti dengan tiga perangkat aktif.

Kalau pemakaian stand by dengan jaringan WiFi aktif tapi tidak ada perangkat terkoneksi, modem bisa aktif seharian.

Menariknya, setelah pemakaian dua tahun terus menerus tanpa henti_modem mati colok arus lagi_belum terasa soak baterainya.

Di awal-awal pemakaian, saya sangat menjaga pengisian arus baterai. Maklumlah, barang baru tentu siapa pun akan memperlakukannya begitu.

Begitu baterai penuh langsung cabut charger. Baterai berkedip-kedip merah tanda lowbat, colok charger.

Namun, makin ke sini, proses charger baterai modem jadi makin brutal. Setiap malam bila lowbat, baterai dicas terus sampai pagi, tidak sempat dicabut karena ketiduran.

Kelebihan lain modem WiFi ini dengan listrik, bila listrik tiba-tiba ML ini modem masih aktif kalau baterainya penuh.

Kebandelan ketiga, modem Huawei E5577 bisa dikontrol sistemnya melalui aplikasi di smartphone. Kalau via komputer tinggal akses nomor IP.

Modem ini juga dilengkapi fitur khusus manajemen sistem WiFi, putus sambung koneksi, dan ganti password WiFi. Ada juga fitur untuk memilih atau mengganti jaringan 3G, 4G, atau auto koneksi mana yang lebih kuat jaringan.

Yang paling menarik di dalam control panel modem ini bisa melihat user mana aktif dan kalau macam-macam bisa melakukan blokir perangkat.

Walaupun control panel modem sudah lengkap untuk manajemen perangkat router, sayangnya tidak ada fitur blokir website. Padahal dengan fitur ini, akses internet untuk anak lebih aman lagi.

Jadi, sebagai pemilik modem saya belum mampu bertindak layaknya Kominfo: memblokir website-website berbahaya.

Kalau tulisan ini sampai ke telinga tim Research and Development alias RnD Huawei, mohon update sistem modem dengan menambahkan fitur blokir website.

Kekurangan Modem Huawei E5577

Ada keistimewaan pasti ada kekurangan, yang namanya produk pasti ada kekurangannya. Manusia saja sebagai makhluk Tuhan yang paling sexy ada kekurangannya.

Buat saya pribadi, selama pemakaian dua tahun modem ini memang tidak mengecewakan. Malah sudah sangat menunjang aktivitas saya menembus dunia maya tanpa batas.

Mungkin, soal fitur blokir website saja yang saya harapkan, bisa jadi di dalam dunia per-modem-an hal ini bukanlah sesuatu yang vital.

Bagi saya, kekurangan utama modem ini sudah tidak cocok lagi untuk penggunaan nonstop setiap hari. Kadang putus koneksi gegara modem habis baterai, bila lupa pantau sistem via app.

Baca Juga: Tabloid Bola yang Berhenti Menyapa

Modem WiFi pakai baterai memang sangat cocok untuk kebutuhan backup mobile internet di jalan atau lagi traveling. Bukan untuk pemakaian 24 jam nonstop macam saya ini.

Sementara untuk soal harga, saya kurang update. Kalau tidak salah di lapak dan toko sebelah sekitar Rp600-700 ribuan.

Lagipula modem ini tidak saya beli sendiri tapi dikasi Bang Toeis, bos saya dulu, untuk mengerjakan projek-projeknya.

Terima kasih saya haturkan sebanyak-banyaknya kepada beliau atas pemberian modem Huawei E5577 ini. Tanpa modem tersebut, mungkin kegiatan internet malam saya tiada lancar kiranya.

Oya, saya lagi menantikan modem terbaru Huawei seri Wingle, siapa tahu ada pihak-pihak yang berminat mengirimnya untuk kami review, dengan senang hati kami terima.

Ngarep! 😁

KOMENTAR


Dapatkan beragam artikel dari majalah online Breedie langsung melalui email Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here