Jangan Ganggu Kak Mulan Jameela, Biarkan Beliau Tenang di DPR

~ Cuma kamu yang bisa membuatku terus menjerit awww awww awwwww …!!!

Netijen (atau netizen) Indonesia mulutnya emang kek akar serabut. Tiada hari tanpa nyinyir. Apa saja dinyinyirkan. Yang halal saja dinyinyirkan, apalagi yang haram. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nyinyir sama dengan cerewet, bawel, mengomel, mengata-ngatai, dan sebagainya.

Baru-baru ini, netijen budiman +62 mengejek Mulan Jameela, anggota DPR yang baru dilantik. Kak Mulan__biarkan saya menulisnya demikian agar tak terlalu berjarak, ehm__diserang di berbagai lini.

Dari sekian banyak anggota dewan yang dilantik, hujaman ke pelantun Makhluk Tuhan Paling Sexy tergolong paling banyak. Kalah banyak dibandingkan ejekan ke Puan Maharani.

Buka Facebook, ada yang cemooh Kak Mulan. Buka IG sama, Twitter apalagi. Bahkan, di media sosial yang dituduh sebagai mikroblog ini, lema Mulan bertengger lama di trending topic.

Hal ini membuktikan begitu banyak rakyat Twitter yang missqueen itu, mengoceh tentang beliau. Saya tidak punya drone emprit untuk membuktikan siapa saja yang pro maupun kontra terhadap perempuan bernama asli Raden Terry Tantri Wulansari ini. Tapi yakinlah, lebih banyak yang kontra.

Setelah itu, seperti biasa, giliran media mencomot olok-olokan itu sebagai “bumbu” dalam sebuah rujak bernama berita.

Netijen meragukan kemampuan Kak Mulan yang selebritas ini masuk ke parlemen dengan bekal kosong melompong. Yang dimaksud di sini jelas kemampuan otak. Ada yang menanyakan pendidikannya. Netijen mengunggah tangkapan layar dari laman resmi DPR berisi data Kak Mulan. Di situ terlihat, data pendidikan beliau tidak ditemukan. Netijen kesal bukan main. Celaan makin merajalela.

Yang makin menyebalkan netijen, tahun kelahirannya tertulis 24 September 2019. Artinya, Kak Mulan sudah masuk DPR hanya beberapa hari setelah beliau lahir.

Hingga di sini, tak jelas siapa yang tertidur, Kak Mulan atau admin web dpr.go.id. Padahal, kalau mau dicopy paste di laman Wikipedia, di situ tertulis jelas bahwa istri musisi Ahmad Dhani ini kelahiran Garut, 23 Agustus 1979. Alah hai admin, apa susahnya mengecek ulang? Untungnya, setelah itu data diperbaiki walaupun urusan riwayat pendidikan masih 404 alias tidak ditemukan.

Olok-olok kian ganas ketika Kak Mulan menyebutkan di Insta Sories-nya bahwa beliau ingin masuk Komisi I. Komisi I termasuk komisi “elit” DPR. Tugasnya di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.

Alasan Kak Mulan ingin masuk komisi ini karena banyak pihak meragukannya sebagai legislator yang tak punya program. “Saya enggak pernah bilang kalau saya enggak tahu apa program saya ke depan nanti. Yang saya bilang, Insya Allah ada beberapa program,” tulis Kak Mulan. Sepintas, ini jawaban kilat Kak Mulan kepada para penyinyir yang menganggap dirinya “tak berisi”.

Namun, tujuan utama dia masuk Komisi I supaya bisa lebih intens dengan media. “#jadipengenmsukkomisiIbiarbisalebihintensdengantementemenmedia He-he-he.” Kak Mulan dari dulu emang suka jadi bumbu rujak.

Sampai di sini, cemoohan makin menggunung. Merasa dipepet terus, Kak Mulan buru-buru konfirmasi dan bilang ingin di Komisi X saja. Komisi ini bidangnya pendidikan, olahraga, dan sejarah. “Banyak alasan, karena emang basic-nya mungkin aku juga musisi,” ujar beliau. Cieee.

Padahal, kalau dipikir-pikir, apalah salah Kak Mulan ini. Belum dilantik saja sudah dinyinyirin. Setelah dilantik, rentang kerja beliau di Senayan pun masih lama, lima tahun bos, jika mengacu pada waktu normal. Maksudnya, jika di tengah jalan beliau mengundurkan diri karena kalah soal gugatan perolehan kursi sesama koleganya di Gerindra, atau terpilih menjadi bupati, atau tertangkap OTT KPK (jika OTT masih ada di KPK), tentu tak sampai lima tahun.

Selama lima tahun ke depan, wahai netijen sekalian, kita semua bisa memantau apa saja yang dikerjakan Kak Mulan dan anggota dewan lain di Senayan itu. Kita bisa melihat apakah mereka masih tertidur saat rapat, berkomentar seenak lidah di media, studi banding ke Antartika, atau hal-hal lain yang menurut kita menyebalkan padahal menurut mereka tidak. Tenang, waktu mencemooh masih tersedia panjang ke depan, jangan habiskan energimu.

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk mencemooh Kak Mulan. Jangan kalian bilang dia nggak pantas jadi anggota dewan karena riwayat pendidikan nggak jelas. Begini loh Mandra, syarat jadi DPR itu minimal berpendidikan SMA sederajat.

Kalian pikir Kak Mulan nggak tamat SMA? Walaupun dia tidak tamat SMA pun, apa urusannya sama kalian? Untuk apa hal-hal kek gini perlu diperjelas. Biarkan hal-hal misterius seperti ini nangkring di puncak atap gedung DPR.

Selain itu Abdullah, mengkritik Kak Mulan ini sama saja dengan meragukan anak SD kelas satu bahwa si anak nggak akan lulus sekolah. Lah, kelas lima saja belum tuntas kenapa bicara lulus?

Begitu juga Kak Mulan. Kita kan tidak tahu apa yang terjadi nanti di Senayan. Bisa jadi beliau akan melakukan sesuatu yang hebat untuk bangsa dan negara ini. Bisa jadi mantan personel grup duo Ratu ini akan membongkar sebuah skandal baru di DPR nantinya. Bisa jadi, kalau tidak juga jangan kecewa.

Ketika Kak Mulan sudah melenggang ke Senayan, artinya beliau membawa mandat dari para konstituen yang telah memilihnya. Sebagai anggota dewan, beliau akan mengagregasikan kepentingan, tuntutan, dan kebutuhan rakyat. Paham kalian?

Kita boleh tak percaya akan kualitas DPR yang dilantik tahun ini. Kita boleh meragukan kemampuan mereka. Boleh, tidak dilarang. Sejauh ini belum ada pasal untuk menghukum soal ketidakpercayaan ini. Nggak tau ke depan nanti.

View this post on Instagram

Benarkah Tak Ada Kata Bahagia dalam Kamus Hidup Manusia? Manusia tidak didesain untuk bahagia, atau bahkan merasa puas, melainkan didesain utamanya untuk bertahan hidup dan bereproduksi, sama seperti setiap makhluk lainnya di dunia. Kondisi merasa puas dihalangi oleh alam, karena kepuasan akan menurunkan pertahanan kita menghadapi ancaman keberlangsungan hidup. Fakta bahwa evolusi sudah memprioritaskan perkembangan lobus frontal (yang memberikan kita kemampuan memutuskan dan menganalisis yang sangat bagus) daripada kemampuan alami untuk merasa bahagia, secara jelas, menerangkan banyak kepada kita tentang prioritas alam. Area dan sirkuit berbeda yang berada di otak dihubungkan dengan fungsi neurologis dan intelektual tertentu, tapi untuk kebahagiaan, tidak bisa ditemukan di jaringan otak. Ia semata-mata hanyalah rekaan tanpa dasar neurologis. #bahagia #kamus #kehidupan #manusia #reproduksi #alam #evolusi #lobusfrontal #otak #intelektual #neurologis Mau baca lebih lengkap? Linknya ada di bio ya #breeders Pantau juga rubrik lain seperti #zipper #breevid #IoT #addict #play #blog #screenshot #widget #dresscode breedie.com | Easy but Spicy

A post shared by ʙʀᴇᴇᴅɪᴇ (@breediedotcom) on

Sebagai netijen, kalian boleh antipati terhadap para legislator baik budi itu. Silakan saja. Sama seperti kalian tak menyukai seorang pun di dunia ini, sah-sah saja, itu hak kalian.

Tapi, jangan sampai ketidaksukaan itu mengerdilkan hajat hidup orang lain. Kak Mulan ke DPR juga untuk cari makan. Gaji DPR dan tunjangannya itu besar, bos. Jangankan kalian, saya juga tergiur.

Gus Dur pernah bilang DPR itu taman kanak-kanak. Tapi masa kita harus mengiyakan omongan Gus Dur terus. Mana ada anak TK punya istri tiga?

Kembali ke Kak Mulan tersayang, tolonglah hentikan kenyinyiran kalian. Kita percayakan saja beliau mampu bekerja di sana. Kasihan Kak Mulan. Saat ini suami beliau masih dipenjara.

Belum lagi beliau rela meninggalkan dunia tarik suara. Gara-gara Kak Mulan masuk DPR, Indonesia terpaksa “kehilangan” seorang penyanyi wanita terbaik. Padahal, gara-gara lagu Kak Mulan, kita jadi tau ternyata begitu banyak lelaki buaya darat di negeri ini.

Beliau rela turun panggung membereskan negara ini. Lalu, setelah berjuang susah payah masuk Senayan, kalian dengan seenak perutnya mengejek? Punya hati kalian?

Stop nyinyir, biarkan Kak Mulan tenang di DPR sana. Tugas kita adalah memperbaiki kualitas masing-masing supaya menjadi generasi muda yang cerdas, tangkas, ulet, kreatif, mandiri, dan edan. Hiya…hiya…

Saran kami, kurangilah bergibah ketika nongkrong di warung kopi. Jaga moncong. Nggak usah bahas UU KPK, RKUHP, RUU PKS, atau UU-UU lainnya. Lebih baik kalian jadi buzzer. Hidup aman, makan pun tak perlu ngutang.

Komentar

Komentar