Bree, Ini 12 Fitur Tersembunyi WhatsApp yang Jarang Diketahui Pengguna

~ Yang tersembunyi tapi terlihat…

WhatsApp lahir pada 2009 dan sampai sekarang menjadi layanan pesan instan teraktif di dunia. Telegram sempat muncul sebagai “pesaing” gegara WhatsApp memperbarui kebijakan privasinya.

Banyak pengguna WhatsApp “hijrah” ke Telegram dan aplikasi perpesanan lain. Namun, itu tak berlangsung lama, WhatsApp masih tetap jadi aplikasi favorit banyak orang. Setiap kampung bahkan punya grup yang dibentuk di platform WhatsApp—bukannya Telegram.

Dan selama bertahun-tahun, platform milik Facebook ini telah berevolusi mengintegrasikan lebih banyak fitur demi menghubungkan jutaan penggunanya di seluruh dunia. Yang agak heboh belakangan mungkin fitur mode gelap yang menurut Breedie telat dimunculkan oleh aplikasi sekelas WhatsApp.

Nah, Bree, selain dark mode, ada beberapa fitur yang dikandung WhatsApp yang mungkin belum dirimu kenal dan pakai, atau kenal tapi nggak pernah pakai. Fitur-fitur ini sebenarnya berguna bagi para pengguna WhatsApp sejati, yang tidak asal bunyi pakai aplikasi.

Apa saja fitur-fiturnya? Yuk, kita bongkar sama-sama 12 fungsi tersembunyi WhatsApp yang masih berlaku hingga sekarang.

Chat awal saat pendirian Breedie
(Ilustrasi Breedie + Freepik)

1. Ubah format teks di WhatsApp

Oke, fitur ini sepertinya sudah jadi rahasia umum pengguna WhatsApp. Jadi Bree, sebagai pengguna kamu dapat menambahkan maksud berbeda pada setiap pesan melalui karakter huruf yang tebal, miring, atau coret. Maksudnya supaya penerima pesan menangkap intonasi yang berbeda.

Cara ubahnya gampil, hanya perlu menambahkan beberapa karakter sebelum dan sesudah teks. Untuk huruf tebal pakai tanda (*),  miring (_), dan coret (~). Contoh: *tebal*, _miring_, dan ~coret~ tanpa spasi antara tanda dengan huruf.

Btw, sejauh ini WhatsApp belum memiliki fitur teks yang bisa “goyang itik” kayak di instastory.

2. Pesan sementara

Ini salah satu fitur teranyar WhatsApp. Kalau dipikir-pikir pesan yang mampu “merusak diri sendiri” ini berguna jikalau kamu ingin menghapus pesan-pesan dari mantan yang cuma menghasilkan kenangan buruk. Ya, daripada dibaca-baca terus mending diasingkan ke negara lain, kan? Eh, itu orang apa pesan yak?

Baca Juga: Facebook Mata-matai Pengguna Lewat WhatsApp Dark Mode?

Lagipula, tak semua pesan perlu disimpan terus di WhatsApp, buat semak aja. “Tujuan kami adalah membuat percakapan di WhatsApp terasa seperti berbincang secara langsung, yang berarti percakapan tersebut tidak harus selalu tersedia,” ini kata orang WhatsApp dalam blog resminya soal fitur disappearing message tersebut.

Untuk menggunakan fungsi ini, buka chat WhatsApp lalu ketuk nama kontak, ketuk pesan sementara. Jika diminta, ketuk lanjut dan pilih Nyala. WhatsApp membatasi pesan sementara ini akan hilang dari chat setelah tujuh hari.

3. Sorot pesan

Sebagai aplikasi perpesanan yang digunakan setiap hari, percakapan di WhatsApp tentu akan terus bertambah jika tidak dihapus. Sebagian orang memang merasa tak perlu menghapus setiap percakapan baik obrolan pribadi maupun di grup-grup. Namun, yang bikin pusing adalah ketika tetiba ingin mencari sebuah pesan yang dirasa penting. Terkadang, memanfaatkan fitur pencarian sangat memakan waktu. Capek scroll nggak ketemu-ketemu malah jadi sawan.

Ketimbang “terhanyut” dalam “samudera percakapan” (ah elah), pakai saja fungsi sorot pesan. Tekan pada pesan yang ingin ditandai lalu tekan bintang. Sekilas, sebuah bintang akan melayang naik dan menghilang, tanda pesan tadi telah tersorot. Untuk melihatnya kembali, silakan pilih nama kontak obrolan atau grup, akan terlihat pesan-pesan yang telah disorot.

4. Menghentikan penyimpanan foto dan video

Sebaiknya jangan menghabiskan memori smartphone hanya untuk menampung segala foto dan video yang masuk lewat WhatsApp. Cepat atau lambat, kapasitas memori akan penuh pada waktunya.

Cara menghindari memori penuh, kamu dapat mencegahnya agar media tidak diunduh secara otomatis dari WhatsApp. Ketuk Setelan pilih Chat, lalu geser tombol Tampilkan media ke kiri.

Kalau mau opsi tambahannya, pilih Penyimpanan dan data lalu matikan semua centang pada penggunaan data seluler, Wi-FI, dan roaming. Dijamin semua konten yang wara-wiri di WhatsApp tidak akan muncul di galeri.

Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp, Pengguna Bisa Tolak Undangan Masuk Grup

5. Menyembunyikan waktu terakhir online

Jika tidak ingin ada orang yang tahu kapan terakhir kali kamu online, WhatsApp menawarkan opsi menonaktifkan informasi ini. Caranya juga gampil, buka menu Pengaturan, pilih Akun lalu Privacy untuk menonaktifkan Last Seen atau Terakhir dilihat.

Kamu juga dapat memilih dari semua kontak, semua orang, atau tidak satu orang pun yang dapat melihatnya. Namun yang perlu diingat, lebih baik memiliki setidaknya satu kontak yang tahu kapan koneksi terakhir kamu. Untuk jaga-jaga kalau-kalau dirimu diajak main sama alien, misalnya, setidaknya teman atau keluargamu bisa tahu jam berapa kamu dinaikkan ke piring terbang.

6. Privasi status

Adakalanya kamu perlu membuat status hanya untuk orang-orang tertentu saja demi menghindari salah paham. Contoh, kalau skripsi belum kelar, tentu tak elok bila dosbingmu tahu kamu ternyata sedang kemping. Jadi, supaya beliau tetap mengira kamu mahasiswa “cerdas”, sembunyikan kegiatan kempingmu itu.

Caranya, masih di bagian Privacy pilih Status saya. Di situ akan tertera pilihan siapa yang dapat melihat pembaruan statusmu. Apakah semua kontak, beberapa kontak, atau “manusia-manusia” terpilih saja. Jadi, sebelum meng-update status, pencet opsi ‘Hanya bagikan dengan’ lalu pilih kontak yang dapat melihatnya. Kecualikan si bapak dosbing agar beliau tak bisa mengintipnya.

7. Tandai percakapan “belum dibaca”

Di tengah kesibukan sehari-hari, pasti ada pesan penting yang masuk dan mesti dibalas walaupun tak mendesak. Jika tidak ingin lupa menjawab pesan-pesan seperti ini, kamu hanya perlu menekan obrolan tersebut selama beberapa detik dan memilih opsi “Tandai sebagai belum dibaca”. Tapi, jangan lupa dibalas ketika sempat, ya?

Baca Juga: Kisah Grup WhatsApp ‘Rasa’ Alumni

8. Ketahui kontak favoritmu

Dengan alat ini kamu akan dapat mengetahui kontak mana yang paling sering terhubung. Fitur ini juga memungkinkan kamu mengelola penyimpanan internal. Masuk ke Setelan lalu Penyimpanan dan data, setelah itu Kelola penyimpanan. Di situ akan terlihat berapa banyak ruang yang hanya terpakai oleh media WhatsApp dan berapa banyak yang kosong atau dipakai aplikasi lainnya. Selain itu juga ada fitur Tinjau dan hapus item. Secara default tersedia pula pilihan sortir ukuran item dari yang terbesar.

9. Membagikan Status

Jika seorang kolega ingin tahu informasi terbaru yang telah kamu pajang di status, tapi lupa mem-view-nya, teruskan saja. Caranya, masuk ke status yang akan dibagikan, ketuk ikon ‘mata’ di bawah yang memperlihatkan jumlah view, lalu ketuk ikon tanda panah. Pilih kontak-kontak yang diinginkan agar status tersebut sampai ke tujuannya.

10. Nada pemberitahuan pribadi

Berkat nada pemberitahuan yang dapat dipersonalisasi, kita dapat mengetahui dengan tepat siapa pengirim pesannya. Yang harus dilakukan pilih kontak dimaksud lalu cari Notifikasi khusus. Di bagian situ selain ada pilihan Nada notifikasi juga ada Nada dering untuk notifikasi panggilan. Kedua nada ini bisa dipilih sesuai selera. Baik yang tersedia dalam bawaan sistem WhatsApp, smartphone, maupun yang ditambahkan sendiri.

Sebagai pembeda, mungkin kamu ingin memilih nada berbeda untuk pak dosbing, supaya jantung tak selalu dag-dig-dug-ser ketika muncul notifikasi dari beliau. Namun, mesti diingat, cara ini tak berlaku bagi orang-orang yang enggan membunyikan hapenya alias para pencinta mode getar forever yang malas berurusan dengan nada-nada.

11. Latar belakang atau wallpaper khusus

WhatsApp memungkinkan pengguna memilih wallpaper pada setiap obrolan. Bisa dengan gambar khusus atau dengan gambar yang telah disertakan WhatsApp untuk mode gelap atau terang.

Untuk melakukan ini, kamu tinggal ketuk menu tiga titik pada setiap obrolan dan pilih Wallpaper. Di halaman Wallpaper kustom, silakan ubah latar belakang yang diinginkan. WhatsApp menyediakan empat folder pilihan wallpaper: cerah, gelap, warna solid, dan gambar koleksi sendiri. Di sini kamu juga dapat mengatur kecerahan layar aplikasi.

12. Menjadi Penguji

Maksudnya bukan menguji skripsi. Fitur ini ditujukan kepada pengguna yang ingin mencoba setiap fitur terbaru yang sedang dikembangkan WhatsApp dalam versi beta. Sekilas seperti menjadi “kelinci percobaannya” WhatsApp, tapi masak sih WhatsApp tega menjadikan penggunanya sebagai kelinci? Dengan mengikuti program menjadi tester WhatsApp Beta ini, dijamin kamu tak akan ketinggalan update fitur terbaru dari aplikasi tersebut.

So, semoga 12 fungsi tersembunyi WhatsApp tersebut semakin membuatmu bersemangat menggunakan platform milik Bang Mark Zuckerberg ini, ya Bree. WhatsApp terus pokoknya sampe jempol kendor.

KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here