Saat Bosan Sama Pekerjaan, Apa yang Mesti Dilakukan?

BOSAN di tempat kerja. Hal ini dialami banyak orang. Tak hanya Breeders saja. Breedie juga demikian. Apalagi, jika internet lelet bahkan mati total. Rasanya makin jenuh saja. Untung ada game yang menjadi pengusir rasa bosan. Namun, game pun tak selalu mampu menepis rasa bosan itu.

Nah, ketika kebosanan kian menghantui dan perlahan menyedot gairah hidupmu, Breeders, apa yang mesti dilakukan? Bagaimana caranya agar tetap termotivasi? Karena satu sisi kerja itu penting. Gajinya kan bisa buat beli gadget baru, bedak, atau makan di warung. Berikut ini ada beberapa tips yang Breedie rangkum dari beberapa sumber. Simak baik-baik, ya.

Belajar hal baru

Terkadang, jam kantor banyak yang kosong. Ketimbang mempergunakannya untuk ngegosip tanpa jelas, lebih baik gunakan waktu senggang itu untuk mempelajari hal-hal baru. Bisa saja yang dipelajari itu tak terkait dengan pekerjaan sekarang. Namun, itu tidak ada salahnya asal disukai. Kalau yang dipelajari itu sedikit banyak berhubungan dengan pekerjaan sekarang, tentu lebih baik lagi. Keahlian baru ini tentu bakal menjadi poin penting baru untuk dimasukkan ke dalam Curriculum Vitae.

Minta Tanggung Jawab Baru

Mungkin ini agak terdengar aneh. Mintalah sama bos tanggung jawab baru ketika semua pekerjaan yang menjadi “jatah” Breeders selesai dikerjakan. Bilang sama bos, itu dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dalam bekerja. Jangan takut bakal terlihat seperti cari muka. Bersikaplah santai dan tak terlalu jumawa. Jika hal ini disetujui oleh bos, kemungkinan Breeders mendapat sorotan saat kesempatan promosi datang.

Rangkul kebosanan

Saat bosan, biasanya yang sering kita lakukan adalah melamun. Pikiran kita mengembara tentang suasana di pinggir pantai. Seolah-olah kita berada di sana sedang tiduran di sebuah hammock sembari menikmati ombak yang berkejaran. Tak ada yang salah dengan hal itu. Membiarkan pikiran mengembara alias melamun, menurut penelitian justru bagus untuk membuat imajinasi terasah. Ujung-ujungnya bisa lahir ide orisinil dari kepala kita yang berpengaruh penting pada proses kreatif. Asal, jangan melamun jorok, he-he-he.

Pergunakan waktu istirahat

Ketika waktu istirahat atau jam makan tiba, segeralah bergerak dari meja. Istirahat atau makan siang dimaksudkan sebagai kesempatan mengisi ulang bahan bakar. Jangan biarkan tubuh kelaparan saat bekerja. Memang, ada pepatah yang mengatakan, berpikirlah saat lapar. Namun, jika bosan sudah menghadang, makan tak nafsu, sementara pekerjaan masih harus diselesaikan, tubuh bisa sakit. Jika Breeders tergolong “bandel”, istirahat ini bisa dilakukan sebelum waktunya. Minimal, beranjak dari kursi lalu menikmati segelas kopi. DeskTimes, aplikasi yang melaporkan soal produktivitas menemukan bahwa istirahat teratur dan memperbaiki kinerja keseluruhan. Formula versi DeskTimes: bekerja 52 menit lalu break selama 17 menit.

Cuti untuk liburan

Cukup beberapa hari saja, mintalah cuti sama bos. Pergunakan cuti ini untuk melepas penat. Pergilah ke tempat baru dan berliburlah. Jika tak ingin sendiri, ajaklah teman atau keluarga. Di tempat baru ini, jangan sesekali memikirkan pekerjaan. Atau, menanyakan kondisi kantor kepada rekan-rekan. Lupakan sejenak urusan kantor, seolah-olah Breeders tak pernah bekerja di sana.

Berhenti

Saat beberapa tips di atas tak mampu lagi mengusir rasa jenuh, ini hal pamungkas yang mesti Breeders lakukan: resign. Berhentilah dari pekerjaan itu. Tips ini mungkin tak berguna tapi coba Breeders bayangkan jika rasa bosan itu menyeret ke hal-hal lain seperti depresi, menyentuh narkoba, bahkan menurunkan kinerja. Berhenti yang dimaksud dalam situasi ini lebih kepada kebutuhan bukan pilihan. Sebelumnya, tentu telah ada tempat baru yang bakal dituju. Jika pun tak ada, jangan risau, rezeki telah diatur oleh-Nya.

Bagaimana, apakah tips-tips di atas sudah bisa membantu Breeders? Jika belum, bersabarlah, mungkin itu sudah takdir.

Komentar

Komentar