Mumpung lagi doyan main game, kali ini Breedie ingin berbagi beberapa video rekaman Spintires Mudrunner. Apa itu Spintires Mudrunner? Ini game simulasi off-road yang dikembangkan Saber Interactive dan diterbitkan oleh Focus Home Interactive. Game ini dirilis pada 31 Oktober 2017 untuk Microsoft Windows, PlayStation 4, dan Xbox One.

Mudrunner merupakan versi lanjutan dari Spintires yang dikembangkan oleh Pavel Zagrebelnyj dan diterbitkan oleh Oovee. Sama seperti Spintires, di Mudrunner pemain mengendalikan kendaraan dan mengendarainya melalui medan off-road berlumpur, sungai, batu, bahkan tanjakan terjal untuk menyelesaikan misi. Spintires dirilis pada 13 Juni 2014, dan sejak itu terjual lebih dari satu juta kopi.

Informasi lebih rinci yang dapat Breeders baca di sini dan di sini. Game ini bisa dibeli di Steam atau diunduh di beberapa tempat lainnya.

Cara memainkannya mudah. Terdapat beberapa pilihan peta (map) dan kendaraan yang bisa digunakan. Misalnya, jika Breeders memilih peta A di situ tersedia slot untuk beberapa kendaraan yang bakal digunakan nantinya. Entah untuk mengambil kayu di log station dan membawanya ke lumber mill, atau kendaraan yang khusus bertugas menyediakan pasokan bahan bakar maupun sebagai rescue kendaraan yang terbalik.

Video ini berisi penggalan rekaman game yang menggunakan peta IOX Adventure (masih bagian pertama ya, hehehe). IOX singkatan dari Indonesia Off-Road eXpedition. Jalur pada peta ini, sesuai namanya, sangat menantang, dan hanya bisa dilalui kendaraan tipikal offroad.

Petanya dibuat oleh Arkhamu Faim, anak Indonesia. Di peta ini terdapat tiga garasi. Saat pertama kali dimainkan hanya satu garasi yang terbuka. Selain itu ada delapan pom bensin untuk mengisi ulang bahan bakar dan empat lumber mill.

Breedie menggunakan Daihatsu Taft GT Turbo v4.00 untuk menguji lintasan di peta ini. Daihatsu Taft GT Turbo “Tabo” v4.0 ini juga dibuat oleh anak Indonesia dengan terkenal dengan nickname Jenggot464 atau AgaYuditra.

Peta IOX ini sebenarnya khusus untuk menguji jalur offroad bukan untuk mengangkut kayu. Tentu susah mengangkut batang kayu di jalur sempit, becek, dan terjal. Tapi, yang mau mencoba silakan saja. Sampai jumpa di bagian kedua … 🙂

Komentar

Komentar