Mengutuk PLN ketika listrik padam lewat sumpah serapah di media sosial adalah tindakan sia-sia dan menjurus ke bahaya. Ingat, Anda sedang berpuasa. Jagalah puasa Anda dengan baik karena kini mulut sudah diwakili oleh media sosial. Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai hamba laeh? Panjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa supaya listrik segera hidup. Sisipkan juga doa umur panjang kepada PLN agar selamat dunia akhirat. Doa orang teraniaya cepat terkabul. Di sisi lain, puasa Anda terjaga dengan baik.

Kami tak bermaksud nyinyir membuat tulisan ini walaupun niat awal memang demikian. Kami juga tak mau bermuka-muka dengan PLN karena tanpa beliau hidup kami ‘habis gelap, gelap lagi’. Sebagai bentuk kami sangat mencintai PLN adalah selalu setia membeli token. Karena┬ámembeli token listrik sangat penting ketimbang membeli rokok atau lipstik. Selain itu, berhubung sedang puasa kami juga ingin menjaga tutur kata supaya, ya, puasa lancar jaya.

Juga, kami tak bermaksud untuk bersaleh-saleh diri mengajak Anda semua berdoa demikian. Kesalehan adalah hak setiap makhluk.

Baca: Hujan, Pisang, dan ML (Mati Listrik)

Sebenarnya, jika Anda disuruh memilih, mana yang lebih fatal antara listrik atau internet yang padam? Kami lebih memilih internet. Kenapa? Karena lewat benda itulah kami bisa memposting tulisan ini.

Oleh sebab itu, kita juga harus melupakan janji-janji PLN soal tak bakal padamnya listrik selama ramadan. Janji bersahabat baik dengan ingkar. Janji yang diingkari adalah biasa. Ingatlah, PLN itu budak negara. Negara itu berpolitik. Karena tuannya berpolitik maka budaknya tentu ikut-ikutan. Di dalam politik, janji yang diingkari itu sangat wajar. Sewajar upil yang terus menumpuk walaupun tiap hari dibersihkan. Tak bakal cukup telunjuk kita untuk menunjuk hidung berapa banyak orang politik yang berjanji-janji tapi tidak ditepati hingga hari ini. Maka, jika Anda paham konsekuensi janji tentu tidak bakal berpusing ria pada apa yang dikatakan PLN.

Ingatlah, listrik mati bukan hal terburuk. Hal terburuk adalah ketika internet mati dan Anda tidak bisa update status di medsos untuk memberitahukan kolega soal menu apa yang bakal Anda lahap ketika berbuka nanti. Lebih sakitnya, Anda juga tak bisa memberitahukan dunia di mana Anda taraweh malam nanti. Demikian.

P.S (pertanyaan sisipan): Kalau listrik mati terus, handphone-nya dicas dengan apa?

J.S (jawaban sembarangan): bisa pakai tenaga surya, angin, air dan tenaga dalam.

Komentar

Komentar