Breeders, di tengah cuaca “ber-ber” tak kunjung henti alias hujan di mana-mana, sebuah kemeriahan menyeruak dari tengah kebun kopi di Desa Rembele, Bener Meriah. Di desa yang terletak di Kecamatan Bukit ini digelar Festival Panen Kopi. Acara tersebut bagian dari event besar Gayo Alas Mountain International (GAMI) Festival 2018 yang berakhir pekan ini.

Festival Panen Kopi digelar pada Rabu, 21 November 2018. Breedie iseng-iseng main ke sana ketimbang bengong di rumah menunggu hujan reda. Nah, pas tiba di lokasi, kebetulan di tas juga ikut terbawa kamera EOS8000D versi Jepang atau sebut saja kamera DSRL. Jadilah Breedie ikut potret sana-sini kayak orang-orang.

Jadi, di sini cuma diperlihatkan foto-foto keseruan acara. Kalau mau baca beritanya, sudah berseliweran di mana-mana, baik di portal berita lokal Aceh, luar daerah, bahkan di beberapa televisi nasional.

Baca: Festival Panen Kopi 2018 Digelar di Bener Meriah

Kenapa Breedie hanya meliput keseruan rangkaian acaranya saja? Biar beda dan tidak terkesan ini liputan. Kebetulan lokasi kejadian sekampung dengan fotografer Breedie yang malas keluar rumah untuk liputan. Oya, nama fotografernya Fauzan Muhammad Yusuf.

Berikut foto-foto keseruan kocak puncak acara panen raya kopi arabika Gayo dalam rangkaian acara Festival Panen Kopi 2018. Foto-foto yang diabadikan dari balik lensa petani kopi ini, diurutkan berdasarkan rangkaian acara. Dibagi tiga babak: pembukaan, puncak acara, dan “dibuang sayang”. Jangan penasaran, Breeders, cekidot saja.


Disclaimer: Foto-foto ini tidak dibubuhkan watermark, bukan berarti tidak ada hak cipta. Silahkan republish foto tanpa menyebutkan nama fotografer, tapi jangan lupa, ya, sertakan link https://breedie.com.


1. Opening Seremonial

Rombongan Pemkad Bener Meriah di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Kedatangan rombongan bapak-bapak dari Pemkab Bener Meriah dan unsur Forkopimda sedikit terlambat. Panitia acara jadi was-was karena cuaca makin mendung dan nggak jelas. (Foto Breedie/Fauzan My)
Para Penari utnuk menyambut tamu di Festival Panen Kopi 2018 di desa Rembele Bener Meriah
Para tamu undangan disambut dara-dara Gayo yang menyaru jadi petani cilik ini.Mereka ini satu ruangan di kelas enam SD setempat. Fotografernya kok tau? Ya, jelaslah, namanya juga sekampung (Foto Breedie/Fauzan My)
arian penyambutan rombongan pemkab Bener Meriah di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Diiringi tarian dan background musik lokal, suasana bukan hanya bertambah meriah, tapi ikut membuat bulu-bulu kuduk bangun dari tempat tidurnya. Aroma heroisme hadir ke tengah kebun kopi. (Foto Breedie/Fauzan My)
Kenduri sebagai tanda syukur Panen Kopi di Perkebuna Kopi Rembele
Nah, bapak-bapak tadi setelah sampai langsung diajak duduk lesehan untuk kenduri di kebun kopi. Jadi, sebelum panen kopi, ada makan-makan dulu. supaya ada tenaga buat metik kopi, bukan begitu? (Foto Breedie/Fauzan My)
Kenduri saat menjelang panen raya kopi di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Hidangan yang disajikan berupa kentang, jagung, dan kacang tanah di dalam nampan. Jelas semuanya sudah direbus. Namun, sajian sederhana ini penuh makna. Apalagi dinikmati di antara batang-batang kopi, rasanya nggak tau bilanglah, Dek. (Foto Breedie/Fauzan My)
Doa keberkahan panen kopi di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Doa keberkahan panen kopi oleh warga Desa Rembele. Ya, ini masih berdoa, makannya belum dimulai. (Foto Breedie/Fauzan My)
Panjatkan Doa untuk Panen Raya Kopi Gayo 2018
Doa sebagai rasa syukur atas panen kopi yang melimpah. Doa dipimpin langsung oleh Abuya Tgk H. Syarkawi, Plt. Bupati Bener Meriah. (Foto Breedie/Fauzan My)

2. Puncak Acara

Buah kopi yang di Panen di Festival Panen Kopi 2018
Buah kopi yang dipanen di Festival Panen Kopi 2018. Sudah merah-merah, kan? Merah berarti matang. (Foto Breedie/Fauzan My)
Abuya Tgk H Syarkawi Plt. Bupati Bener Meriah
Tidak ada peh tambo sebagai tanda festival panen dimulai, Abuya Tgk H Syarkawi Plt. Bupati Bener Meriah langsung memulai panen dengan semringah. Lihat raut beliau, begitu gembira dan bersyukur. Ketika Abuya memetik kopi, pewarta foto pun mulai sibuk, termasuk Breedie, ehm. Padahal kamera sempat salah setting. (Foto Breedie/Fauzan My)
Dengan berbusana tradisional Gayo, Nurul siswa kelas 6 SD Rembele ikut meramaikan Festival Panen Kopi Gayo 2018. (Foto Breedie/Fauzan My)
Dengan berbusana tradisional Gayo, Nurul siswa kelas enam SD Rembele ikut meramaikan Festival Panen Kopi Gayo 2018. Ayo, Nurul, yang semangat, ya. (Foto Breedie/Fauzan My)
Nazwa di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Sering ikut orang tua ke kebun, Nazwa, siswa kelas 6 SD Rembele sangat cekatan saat memetik kopi. Bakat alami yang turun-temurun. (Foto Breedie/Fauzan My)
Dara Asri Saiyona di Festival Panen Kopi Gayo 2018.
Dara Asri Saiyona siswa kelas 6 SD Rembele, teman Nurul. Tapi, kayaknya lebih cocok jadi model ketimbang petani kopi, hehehe. (Foto Breedie/Fauzan My)
Olivia Rizki di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Olivia Rizki, sekelas dengan Nurul, Nazwa dan Dara. Agak malu-malu ketika kamera Jepang fotografer Breedie membidiknya. (Foto Breedie/Fauzan My)
Yani kawanya Nurul, Nazwa, Olivia dan Dara. (Foto Breedie/Fauzan My)
Yani sangat berfilosofi kopi ketimbang Nurul, Nazwa, Olivia, dan Dara. Baginya kopi adalah tentang ini, bukan tentang itu. (Foto Breedie/Fauzan My)

Parte Tua

Ini namanya kopi gabah, di jual per bambu. Harga perbambu bisa berubah-ubah, saat harga gabah Rp25-35 ribu. Kopi gabah adalah proses basah setelah digiling dari kopi merah segar. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ini namanya kopi gabah, dijual per bambu. Harga per bambu bisa berubah-ubah, saat ini harga gabah Rp25-35 ribu. Kopi gabah adalah jenis kopi yang telah melewati proses basah setelah digiling dari kopi merah segar. (Foto Breedie/Fauzan My)
Bahagianya ibu-ibu petani kopi Desa Rembele bisa foto bareng tamu dari Jakarta (kedua dari kiri) di Festival Panen Kopi Gayo 2018. (Foto Breedie/Fauzan My)
Kalau tadi para dara, ini giliran ibu-ibu berpose. Bahagianya ibu-ibu petani kopi Desa Rembele bisa foto bareng tamu dari Jakarta (kedua dari kiri) di acara tersebut. Ayo, Buk, senyum yang lebar. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ada ibu Hairani Aripin, SH Dosen Unsyiah ikut memeriahkan Festival Panen Kopi Gayo 2018. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ada ibu Hairani Aripin, Dosen Unsyiah yang ikut memeriahkan Festival Panen Kopi Gayo 2018. Petik yang banyak kopinya, Buk. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ibu Nursiti SH dosen UIN Banda Aceh, ikut meramaikan Festival Panen Kopi, tapi tidak semeriah dosen Unsyiah. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ibu Nursiti dosen UIN Banda Aceh, juga ikut meramaikan Festival Panen Kopi. Tapi beliau sepertinya sedang bersedih. (Foto Breedie/Fauzan My)
Inen Nuri petani kopi Desa Rembele. (Foto Breedie/Fauzan My)
Inen Nuri petani kopi Desa Rembele. Beliau ini sengaja nggak natap kamera supaya orang-orang penasaran. (Foto Breedie/Fauzan My)
Mak Dimas, petani kopi Desa Rembele, tetangga fotografer. (Foto Breedie/Fauzan My)
Mak Dimas, petani kopi Desa Rembele, tetangganya fotografer. Wah, nggak nyangka suatu hari dipotret sama tetangga sendiri di tengah kebun kopi. (Foto Breedie/Fauzan My)
Tak ketinggalan, Ibu Nani Mujaputri Guru SMK Pante Raya, Bener Meriah. (Foto Breedie/Fauzan My)
Tak ketinggalan, Ibu Nani Mujaputri Guru SMK Pante Raya, Bener Meriah. Beliau sedang merenungkan sesuatu sambil memandang biji-biji kopi. (Foto Breedie/Fauzan My)
Sabariah petani kopi Desa Rembele, tidak ada dia tak heboh kata ibu yang dibawah ini. (Foto Breedie/Fauzan My)
Sabariah petani kopi Desa Rembele. Tidak ada dia tak heboh, kata ibu yang di bawah ini. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ine Murni yang bilang kak Sabariah orangnya sangat meriah kalau ngutip kopi. (Foto Breedie/Fauzan My)
Inen Murni, yang bilang Kak Sabariah orangnya sangat meriah kalau ngutip kopi. Meriah apanya, hanya mereka yang tau. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ibu Syukri tertawa terkekeh-kehe bila ingat adegan foto berjudul 'ada cinta di kebun kopi' yang paling bawah. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ibu Syukri tertawa terkekeh-kekeh mengingat kembali adegan foto berjudul ‘ada cinta di kebun kopi’. Fotonya ada sekeroll lagi ke bawah. (Foto Breedie/Fauzan My)
Icca Vonna dan Gebye Rina Rabiyul di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Icca Vonna siswa SMKN 1 Bener Meriah dan Gebye Rina Rabiyul siswa SMK Farmasi Banda Aceh. Keduanya panitia di Festival Panen Kopi 2018 di Desa Rembele. Rina ini kakaknya Dara yang foto di atas tadi. Penasaran? Cek lagi ke atas, heuheuheu… (Foto Breedie/Fauzan My)
Dirut BI Lhokseumawe melakukan proses lelang kopi sekaligus sosialisasi merawat uang
Di pengujung acara ada lelang kopi produksi Gampong Rembele. Yang berhasil mendapatkan kopi spesial organik adalah Kepala BI Lhokseumawe. Sedangkan yang meng-endorse Bang Sadikin Gembel. Saat menyerahkan lembaran uang, Pak Kepala BI sempat-sempatnya lakukan sosialisasi. Ini uang jangan dilipat-lipat ya, apalagi diremas, katanya. (Foto Breedie/Fauzan My)
Selain kopi, ada juga bazar kecil-kecilan produk kerupuk hasil olahan dari ubi kayu, umbi keladi bahkan labu jipang (labu siam) pun bisa dijadikan kerupuk dan keripik. Hebat. (Foto Breedie/Fauzan My)
Selain kopi, ada juga bazar kecil-kecilan yang memamerkan produk kerupuk hasil olahan dari ubi kayu dan umbi keladi. Bahkan labu jipang (labu siam) pun bisa dijadikan kerupuk dan keripik. Mereknya ‘Krap-Krup’, kreatif kan? Sedap tak pakai ngeri. (Foto Breedie/Fauzan My)
Kopi Arabika Gayo dray proses
Ini kopi yang disebut ‘dry process’. Habis panen langsung dijemur, bukan seperti kopi gabah (wet process). Kopi dengan dry process biasanya menjadi kopi madu atau kopi wine. Harga jauh lebih mahal karena prosesnya lama. Sudah pernah icip belom? (Foto Breedie/Fauzan My)

3. Behind the Scene atau di balik layar acara

Acara tidak akan berhasil tampa warga desa seperti ini. (Breedie/Fauzan My)
Acara tidak akan sukses tanpa ada partisipasi warga desa seperti ini. Mereka kompak, budaya gotong royong tidak pernah luntur. Btw, itu ibu di samping kanan lagi ngapain? (Breedie/Fauzan My)
Memasak nasi di kebun untuk persiapan kenduri di Festival Panen Kopi Gayo 2018. (Foto Breedie/Fauzan My)
Memasak nasi di kebun untuk persiapan kenduri di Festival Panen Kopi Gayo 2018. (Foto Breedie/Fauzan My)
Maulidya Ramli Presenter TVRI sedang take show
Maulidya Ramli, presenter TVRI Aceh melaporkan langsung panen kopi dari TKP. Walaupun kedua tinjunya mengepal, ia sedang tidak marah kepada siapa pun. Oke, Take…Action…Cut! (Foto Breedie/Fauzan My)
Kameramen TVRI di Festival Panen Kopi Gayo 2018
Bapak kameramen TVRI Aceh ini geram. Suara suing soundsystem panggung acara kerap mengganggunya. Padahal, ia sudah berlindung di balik batang kopi. Ngiunnngggg…Bisa gagal siaran langsung, nih. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ini ngapain ya. Lagi tarian atau bersender di tripot wartawan. (Foto Breedie/Fauzan My)
Adek ini ngapain, ya? Lagi menari atau bersender di tripot kamera wartawan. (Foto Breedie/Fauzan My)
Ada cinta di pesta Panen Kopi Gayo 2018
Ada cinta di kebun kopi. So sweet. Salah satu anak Pak Syukri ini adalah Dara. Ayooo…siapa bisa tebak ada berapa anak Pak Syukri? Yang bisa jawab dikasih iPhone. (Foto Breedie/Fauzan My)

Sekali lagi kami ulang. Foto tidak di-insert watermark bukan berarti tidak ada hak cipta. Silahkan republish foto tanpa menyebutkan nama fotografer, tapi jangan lupa sertakan link https://breedie.com/keseruan-festival-panen-kopi-di-rembele. Mohon maaf, foto-foto hanya untuk ingatan sejarah saja, bukan bermaksud SARA. Sekian…

Komentar

Komentar