3 Januari: Mengenang Marvin Stone The Godfather of The ‘Pipet’

SEDOTAN mungkin barang sepele. Tapi tanpa adanya sedotan kadangkala kenikmatan Breeders meneguk minuman menjadi berkurang. Lewat sedotan, dalam beberapa kondisi, minum jadi lebih mudah dan nikmat.

Selain itu, sedotan juga dianggap bermanfaat untuk kesehatan gigi. Sedotan membantu menurunkan kerusakan gigi karena asam yang disebabkan minuman berkarbonasi. Sedotan akan membantu mengalirkan cairan minuman langsung ke kerongkongan tanpa mengenai gigi.

Sedotan atau pipet ini telah ada sejak 2000-3000 Sebelum Masehi. Kesimpulan ini diambil karena ditemukan benda berbentuk sedotan dalam sebuah makan milik orang Sumeria di Irak. Sedotan dimaksud terbuat dari emas dan batu berharga lainnya.

Katanya, orang-orang Sumeria menggunakannya untuk meminum bir. Loh, bukannya bir diminum langsung lewat mulut. Entahlah.

Beratus tahun kemudian, sedotan modern dipatenkan pada 3 Januari 1888 oleh Marvin C. Stone. Saat itu, Si Marvin sedang beristirahat dari pekerjaannya. Kehausan, ia menyeruput minumannya. Alangkahnya terkejutnya Marvin ketika melihat ke dalam gelas, ada pecahan sedotan bercampur minuman mint-nya.

Saat itu, sedotan memang sudah ada. Bentuknya berupa tabung panjang yang dibuat dari bahan rumput rye (gandum hitam). Walhasil, ketika meminum, rasa rumput ikut bercampur dengan minuman.

Kesal akan hal itu, Marvin lalu bereksperimen, melakukan sesuatu yang radikal untuk mengubah dunia “per-sedotan” hingga hari ini.

Tahu apa yang dilakukannya? Marvin menggulung kertas dengan pensil lalu membuatnya jadi gulungan kecil. Kertas yang digunakan jenis yang biasanya digunakan membuat pipa untuk rokok. Dia mengoleskan lem di antara gulungannya. Voila: sedotan kertas ciptaan Marvin tercipta.

Namun, sesudahnya ia berpikir kalau kertas tersebut tak bakal tahan lama jika terkena air. Marvin bereksperimen lagi. Ia melapisi bagian luar kertas dengan parafin.

Temuan Marvin kemudian dipakai banyak orang. Karena itu, ia layak disebut “the godfather of the pipet”.

Walaupun seiring perkembangan zaman, sedotan kertas Marvin mulai ditinggalkan. Sejak 1960-an, sedotan plastik mulai diciptakan. Tapi inspirasinya tetaplah dari Marvin.

Komentar

Komentar