Beranda Label Cerbung gadis graffiti

Label: cerbung gadis graffiti

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Dua Puluh Tiga

Segala pertanyaan Dinda terjawab saat akhirnya Ayah naik ke mobil. Dia menyebarkan bau garam dan air asin.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Dua Puluh Dua

Keputusan Kepala Sekolah dan Kepala Asrama untuk meminta kawalan kepolisian menjadikan suasana terasa jauh lebih tegang.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Dua Puluh Satu

Rokok haram pemberian Nana dimasukkannya ke saku. Dalam kepalanya, ia berpikir-pikir, kepada siapa akan dijualnya barang itu.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Dua Puluh

"Ini ganja?" tanya Dinda. Dia sudah sering mendengar Abie dan kawan-kawannya membicarakan benda itu.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Sembilan Belas

Separuh jiwanya terbakar keinginan membalas, tak sudi membiarkan sahabatnya terus menerus jadi korban.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Delapan Belas

Wajah Nana berubah kecut saat menempelkan telepon ke telinganya. Ia mendengarkan, bicara sebentar, mendengarkan lagi, lalu menutup telepon.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Tujuh Belas

Dengan jengkel Dinda terpaksa mengakui, bibi si Serigala itu menarik. Dia jangkung, sepertinya di atas rata-rata perempuan Indonesia.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Enam Belas

"Bunda emang sudah ga ada, Ayah. Tapi aku, anaknya, masih hidup. Dan aku nggak suka Ayah begitu sama cewek lain."

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Lima Belas

Dinda mengeluarkan 'o' panjang karena benar-benar mengerti sekarang, dari mana asalnya julukan 'serigala' itu.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Empat Belas

Didengarnya para ilmuwan itu mengobrol. Memuji ikan bakar saus lemon, sate tiram dan sayur pakcoy tumis.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Tiga Belas

Dinda memandang hasil kerjanya. Tersenyum puas. Kemudian secepat kilat lari kembali ke kafe. Bersembunyi di balik bar jus.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Dua Belas

Ia makin yakin bahwa tujuan Ayah menyekolahkannya di SMA Pelsa adalah untuk menyingkirkannya.
- Advertisement -