Selain Buah Salak, Sabu-sabu juga Memancing Curiosity Nia Ramadhani

#Editorial

Kasus penangkapan Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie terkait dugaan penyalahgunaan narkoba langsung menjadi bahan perbincangan publik pekan ini. Menurut Kompas.com, Nia ditangkap polisi pada Rabu, 7 Juli 2021, di rumahnya kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Awalnya, polisi menemukan satu klip sabu-sabu dari sopir Nia. Setelah interogasi, ketauan kalau barang haram tersebut milik pemain sinetron Bawang Merah Bawang Putih itu. Sementara di rumah Nia, polisi menemukan bong, alat hisap sabu-sabu.

Saat penangkapan, Ardi tidak berada di rumah. Barulah selepas Isya, beliau menyerahkan diri ke polisi. Mungkin sebagai bentuk dari solidariti poreper karena dari pengakuan Nia, dia dan Ardi menyantap sabu bersama-sama. Setelah tes urine, Ardi, Nia, dan sopirnya positif metamfetamin. Polisi kini menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

Penangkapan Nia dan Ardi—kesampingkan dulu sopirnya agar tak mengganggu cerita—yang terjadi hampir dua pekan setelah peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, langsung menjadi sasaran amuk massa media sosial. Nia menjadi sasaran utama netizen. Sementara sang suami, dari amatan singkat kami, hanya mendapat sedikit gubrisan.

Netizen justru ramai berguyon dengan riang soal Nia. Dan, tiada diduga tiada disangka, guyonan itu dihubungkan dengan buah salak. Padahal, buah salak dan buah sabu, dua hal yang rumit untuk disambungkan. Tidak sabu to sabu. Buah salak jarang dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa kriminil karena buah salak bukan bawang merah atau bawang putih yang kerap ditimbun.

Munculnya salak ke permukaan tak lain karena buah ini sudah sangat lengket dengan mitos seorang Nia Ramadhani. Jika mau mencari, jejak digital “Nia+Salak” akan bermunculan dengan meriah di Google. Sebagai kata kunci yang sangat Google friendly, jejak Nia Ramadhani dan buah salak masihlah hangat, seperti kentut yang keluar tanpa bunyi pagi tadi. Netizen pun masih mengingatnya dengan lekat: cara mengupas buah salak.

Kala itu, seperti kami kutip ulang dari Okezone.com, Ardi meminta tolong Nia mengupas salak. Nia hanya bisa tersipu malu karena ternyata ia tidak tahu sama sekali cara mengupas salak.

Sang suami pun berkomentar. “Disuruh bukain salak, dia nanya gimana cara bukanya. Kamu serius enggak tahu bukanya? Masa enggak tahu cara buka salak?”

“Pakai pisau?” tanya Nia sembari tertawa.

“Ya enggaklah, dikupas,” kata Ardi.

Merasa gemas melihat tingkah laku Nia, Ardi menyuruh sang istri untuk menggigit salak yang berada di genggamannya.

“Ih.. aku jijik.. aku gak suka.. you aja,” kata Nia.

Baca Juga: Ketika Narkoba Tak Pernah Jadi Musuh Bersama

Konon, setelah pembicaraan suami istri itu terkuak ke khalayak, ibu-ibu penjual buah di sebuah pasar terpana berjam-jam. Ketika mendengar Nia tak mampu mengupas salak, sekelip mata mereka langsung menaikkan harga salak jadi dua kali lipat. Salak mendadak jadi buah seksi karena ada seorang anak bangsa yang sudah adult belum tahu cara mengupas kulitnya.

Wajar bila kemudian media-media mainstream seperti CNN ikut-ikutan menulis tutorial “3 Cara Mudah Kupas Salak”. Tujuannya mungkin agar tidak banyak orang yang mengikuti jejak Nia Ramadhani.

Sekarang, ketika kasus sabu-sabu terungkap, muncul little question, apakah sabu-sabu termasuk benda yang tidak bisa “dikupas” oleh Nia? Dan oleh karena itu memancing curiosity dari lubuk hatinya yang terdeep. Karena bisa jadi, selepas kehebohan salak tempo hari, Nia mencoba mengupas semua buah dan benda di muka bumi ini, yang belum ia ketahui cara membukanya. Termasuk buah sabu.

Saking penasarannya, ketika membuka bungkus narkoba itu, Nia diduga berkata begini kepada Ardi. “Eh, yank, cara buka bungkus sabu gimana sih? Pakai pisau?”

“Ya, enggaklah, dikupas.”

Merasa gemas melihat tingkah laku Nia, Ardi menyuruh sang istri menggigit bungkus sabu.

“Ih.. aku suka yank..”

KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here