Sahur Stories: Rice Cooker

Nasi + lauk menjadi menu wajib saat santap sahur agar kuat menjalani puasa. Meskipun terkadang sisa kolak semalam juga ikut di-embat demi menambah asupan nutrisi.

Bagi saya, ini perlu agar sorenya kuat menyiapkan takjil.

Selain itu, makan nasi juga perlu agar tidak masuk angin sahur. Ini entah siapa yang bilang.

Btw, bicara nasi tak terlepas dari sebuah alat berjudul rice cooker. Tanpanya, segenggam beras yang telah susah payah dicari tiada akan berarti.

Penanak nasi modern itu pertama kali saya lihat pada pertengahan tahun 1990-an. Padahal, orang Jepang telah membuat penanak nasi elektrik ini sejak 1945.

Kesan pertama begitu menggoda saya seperti melihat robot canggih yang mampu memasak nasi tanpa gosong.

Waktu itu saya sedang doyan-doyannya belajar masak nasi bareng teman-teman saat kami bermain masak-masakan. Kami memasak nasi dengan “panci” dari kaleng susu bekas.

Apinya dari lilin yang terus diganti ketika sudah habis terbakar. Maklum saja, kami belum tau bahwa memasak nasi itu butuh waktu lama.

Hasilnya tentulah sangat tidak memuaskan. Takaran beras dan air tidak sesuai.

Saat airnya habis, beras belum juga menjadi bubur nasi. Malah gosong. Kami gagal menjadi syef cilik.

Maka dari itu rice cooker membuat saya kagum. Kehadirannya sangat membantu khazanah per-masak-an nasi dengan hasil tidak gosong.

Dengan rice cooker, menanak nasi dibikin gampang. Bahkan bisa menghasilkan nasi pulen. Gimana caranya?

#sahurstories
ilustrasi Sahur Stories

Untuk para newbie rice cooker, ini tips tersederhana plus singkat dari saya. Emak-emak yang sudah punya pengalaman duniawi soal ini, silakan pas saja.

Siapkan beras lalu cuci bersih. Tambahkan air sesuai takaran beras. Ukur tinggi beras dengan jari lalu tambahkan air dengan ketinggian yang sama pula.

Tutup rice cooker dan tekan tombol cook not war.

Jangan lupa pastikan itu rice cooker sudah tersambung dengan aliran listrik bukan ke hidung somebody.

Pastikan juga listriknya menyala, ya. Barangkali belum bayar listrik gitu maksudnya….hahaha.

Dalam hitungan belasan menit, suara kecrek akan terdengar sebagai kode kalau nasi telah matang dan siap disantap.

Kenapa belasan menit? Karena sampai sekarang belum ada rice cooker yang sanggup memasak dalam hitungan satuan menit.

Mudah-mudahan di masa depan Abang Elon Musk akan meluncurkan inovasi rice cooker yang sanggup menanak nasi dalam hitungan detik. Amin.

Setelah nasi matang, matikan rice cooker. Cabut kabelnya dan diamkan selama 20 menit.

Habis tu aduk sedikit nasinya pakai perasaan. Habis tu colok lagi rice cookernya, tekan warm, nasi dijamin pulen.

Selain nasi, rice cooker juga bisa dibuat untuk memasak menu-menu lain seperti bubur, ayam semur, dan cake pisang.

Dipakai buat goreng telur juga bisa, lho? Nggak percaya? Coba aja sendiri. Yang pasti, rasanya tidak bakal blaar seperti suara knalpot motor gedenya syef Juna.

Cooking is cooking. Love deh sama syef Junaedi eh, sama rice cooker, ding.

KOMENTAR


Dapatkan beragam artikel dari majalah online Breedie langsung melalui email Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here