VLC player ini semacam aplikasi K-Lite Codec Pack yang wajib ada di Windows untuk memutar musik dan video dalam berbagai macam format data; AVI, MKV, MP4, FLV, MPEG, MOV, MP3, OGG, 3GP dan DVD dan file-file lainnya yang entah apa-apa lagi. VLC for macOS lebih spesial ketimbang VLC for Windows. Mau tahu kenapa? Baca saja ulasan ini dari awal sampai akhir.

Asal mula VLC dibuat oleh mahasiswa École Centrale Paris, Perancis pada 1998 untuk proyek VideoLAN Server—pemutar video berbasis client-server. Seiring berjalan waktu, pengembangan nama proyek diubah menjadi VLC Media Player karena tidak ada lagi infrastuktur client-server.

Saya suka VLC Media Player ini karena sependapat dengan sang developer VLC yaitu VideoLAN. VLC itu simple, fast and powerful media player. Satu lagi, VLC itu benar-benar freedom, tidak ada iklan, tidak ada spyware dan tidak tidak ada tracking penggunanya.

Untuk fitur lainnya, selengkapnya bisa Breeders baca di website resmi VLC (www.videolan.org). Di situs itu disebutkan VLC kini punya versi Android.

Sebagai organisasi nirlaba, VideoLAN tak hanya membuat VLC, ada juga beberapa proyek lain seperti movie creator, DVblast, multicat, dll.

Untuk mengembangkan proyek-proyeknya itu, mereka mengandalkan donasi. Seperti para pengembang aplikasi umumnya, permintaan donasi ini lazim dilakukan. Bahkan di luar negeri, media sekelas The Guardian saja melakukan itu. Emang media-media kita yang masih malu melakukannya karena yakin “dibiayai” negara terus lewat pariwara? Eh.

App VLC versi macOS
App VLC versi macOS.

Why VLC logo is traffic cone?

Oya, sebelum membahas kenapa VLC ini menjadi aplikasi favorit, saya penasaran sekali dengan logonya yang menggunakan traffic cone alias kerucut lalu lintas? Apa hubungannya?

Didorong oleh rasa penasaran yang mampu “membunuh” serigala, saya pun melanglang lebih jauh hingga ke Eropa untuk menelusuri sejarah logo VLC yang menggunakan properti lalu lintas tersebut dan apa hubungannya dengan musik. Ternyata, tidak ada penjelasan resmi dari pengembang VLC soal pilihan logonya.

Menariknya salah satu pengguna VLC dari Amerika membuka sebuah thread “Why VLC logo is traffic cone?” di forum diskusi resmi VLC. Kayaknya, ia sama penasaran juga dengan saya. Dari pertanyaan yang dia kirim ke forum itu sejak 2011 hingga 2015, tidak ada juga jawaban yang jelas kenapa logo VLC memakai traffic cone.

Dari beberapa sumber lain, ada yang mengatakan bahwa salah seorang mahasiswa pengembang VLC tergila-gila pada kerucut lalu lintas. Dia juga banyak mengoleksi alat pengaturan lalu lintas penghindar kecelakaan atau peralihan jalur saat perbaikan jalan itu. Benar atau tidak, unik bila ada orang yang gila pada benda runcing oranye itu.

Tapi ada jawaban lain yang lebih masuk akal yang di posting oleh user lain di forum VLC, berikut petikannya:

This shape can be used as a megaphone (speaking-trumpet) to broadcast (acoustic) signal, this is the purpose of the videolan project.

Menggunakan traffic cone sebagai pengganti megaphone toa saat berkoar-koar melakukan unjuk rasa? Rasanya masih aneh juga. Memang pernah sebuah iklan memperlihatkan seorang pria berkoar-koar menggunakan kerucut itu saat berdemo. Saya lupa iklannya, kalau ada yang ingat, kasih tau ya.

Namun, kalau menurut analisis saya sih begini: developer yang tergila-gila traffic cone itu, pada satu insiden kecil saat mengendarai mobil dalam keadaan setengah mabuk menabrak kerucut pembatas parkir hingga benda itu terbalik membentuk tombol play musik player. Adegan selanjutnya yang paling menginspirasi adalah menjelang detik-detik terbaliknya kerucut itu, sound system mobil sang delevoper memainkan sebuah lagu begitu kerucut membentuk lambang play. Lalu les putih double itu sebagai bentuk dari pause.

Media Player Favorit

Karena suka musik, saya menaruh sedikit perhatian pada kualitas suara yang dihasilkan di Mac. Sebuah media player juga menentukan pilihan walau sebenarnya sudah ada iTunes, player bawaan macOS.

iTunes sudah sangat powerfull untuk memutar musik, mendengar radio bahkan mengunduh lagu. Kalau memiliki iPhone dan iPod, iTunes adalah pintu masuk untuk mentransfer koleksi musik dari komputer.

Cara setting equalizer VLC player.
Cara setting equalizer VCL player.

Salah satu fitur yang lebih menarik dari VLC yang tidak ada di iTunes, yaitu fitur Audio Effect. Memang sih di iTunes ada fitur Equalizer untuk sound booster-nya. Tapi, fitur Audio Effect milik VLC lebih mantap dan suara yang dihasilkan lebih menggelegar. Mendengar musik dan menonton film lebih puas.

Kalau Breeders belum pernah mencoba mengaktifkan fitur Audio Effect, wajar jika mengatakan VLC sama saja dengan media player lainnya. Membaca tulisan ini saja tidak membuktikan apa-apa kalau tidak mencoba langsung fitur tersebut. Berikut screencast yang saya buat khusus untuk Breeders. Atur pelan-pelan dan rasakan perbedaannya.

Bagaimana hasilnya, bagus bukan? Untuk hasil suara yang maksimal, Mac harus ada output sound ke sebuah speaker atau headphone atau earphone yang lumayan bagus. Kalau mengandalkan speaker bawaan Macbook sih tidak ada bedanya.

Saya pernah mencoba mencoba install VLC for Windows. Namun, suaranya masih kalah sama player bawaan Microsoft, Window Media Player. Perbedaan suara di macOS dengan Windows karena programmer dan tim developer yang berbeda. Itulah alasan kenapa VLC for Mac is my media player favorite. Setuju tidak, Breeders?

Komentar

Komentar