Daripada Stres di Rumah, Bikin Masker Kain Saja Buat Halau Corona

~ Ini bukan masker bengkoang tapi ya, apalagi masker hitam tarik komedo

Masih soal Corona, semoga kamu tak bosan-bosan membacanya, Bre. Dan ini benar-benar tutorial, bukan bercanda, apalagi tutorial bercanda.

Kabar buruknya, jumlah penderita positif Corona di negara kita terus meningkat. Grafiknya belum menunjukkan tanda-tanda turun atau pun melandai.

Sementara dari kantornya di Jenewa sana, WHO telah mengeluarkan fatwa baru bahwa boleh menggunakan masker dari kain biasa khusus untuk kita-kita yang berada di garda paling belakang ini.

Jadi, kalau kamu cuma pergi ke Pasar Aceh untuk beli baju atau ke Pasar Peunayong untuk beli ikan, atau ngopi di Ali Kupi, cukup bawa masker kain.

Berbeda dengan orang-orang yang bertugas di barisan paling depan seperti dokter, perawat, dan pekerja di rumah sakit, tetap harus menggunakan masker standar kesehatan.

Buat Breeders yang masih berharap dapat jatah dari 50 juta stok masker seperti yang disebutkan Presiden Jokowi baru-baru ini sebaiknya bergegas bangun dari mimpi.

Atau bagi para ultras Indomaret yang mungkin sekarang ini saban hari bolak-balik ke sana cuma untuk berharap rak kosong masker Indomaret telah terisi masker baru, agar sebaiknya #dirumahsaja.

Lagipula, kalau 50 juta stok masker itu ada dan masker Indomaret telah dipajang, buat apa keluarkan uang untuk beli-beli masker. Lebih baik uang untuk jatah membeli masker kita simpan.

Kita mesti berhemat di tengah kondisi darurat seperti sekarang ini, ya kan?

Nah, daripada stres sendiri karena sudah lama melakukan lockdown mandiri di rumah, yuk kita bikin masker kain sederhana yang kualitasnya (semoga) tidak kalah bagus dari masker Indomaret.

Masker Indomaret
Masker Indomaret 3M

Pertama, carilah kain katun yang tidak terpakai tapi masih bagus bukan yang bekas lap kereta. Jangan juga menggunakan kain hordeng, sprei, atau kain yang sedang dipakai Kak Atun.

Setelah bahan kain katun tersedia, siapkan alat seperti gunting untuk memotong. Jangan pula karena ingin terlihat sangat kreatif, kalian potong kainnya pakai gigi.

Ukuran kain katun yang dipakai untuk masker sebaiknya 17×17 sentimeter saja. Jangan terlalu besar supaya mata tak tertutup.

Walaupun secara harfiah masker ini diartikan topeng wajah tapi alangkah baiknya matamu tidak ikut tertutup.

Warna kainnya sesuai selera. Boleh memakai warna merah seperti di logo Breedie atau hitam biar terlihat metal.

Beberapa pihak menganjurkan supaya menambahkan kain linen sebagai pelapis. Menurut kami itu sebenarnya kurang perlu.

Cukup melipat dua kain katun tersebut dan melipatnya agar tebal.

Selain itu juga karena masker kain ini menurut WHO hanya boleh dipakai maksimal empat jam saja. WHO juga menjamin kain katun mampu menyaring bakteri dan virus hingga 70 persen.

Kalau kamu percaya WHO, ya silakan ikuti. Kalau nggak juga nggak apa-apa, kok.

Baca Juga: Melihat Gajah dari Pematang Sawah

Setelah itu bagaimana, masak masker tidak ada cantelannya? Tenang, sebelum kamu melipat kain tersebut, masukkan dulu karet gelang di kedua sisi kain.

Jika tidak ada karet gelang, usahakan cari karet jahit. Atau tali-temali serupa yang sifatnya elastis.

Barulah setelah itu masker bisa dipakai. Inilah Do it Yourself (DiY) masker kain. Murah meriah, bahkan bisa dicuci berkali-kali.

Kalau kamu bingung memaknai tutorial ini, hal yang sama juga kami alami.

Jadi, jika kamu gagal membuat masker kain setelah mengikuti tutorial ini, alangkah baiknya mencari tutorial serupa di website-website lain.

Namun, bila berhasil, jangan lupa setiap setiap proses pembuatan masker kain, mulai dari potongan pola, hingga jahitan masker, direkam dengan kamera smartphone.

Dengan sedikit kreativitas tambahan, edit videonya dengan aplikasi Kinemaster, lalu upload ke Youtube. Berikan judul “Masker Kain Made in Rumahan”. Jangan lupa kasih tagar #DIYMask.

Siapa tau, video tutorial masker kain made in rumahan yang Bre bikin mampu viral. Lalu, setelah itu kamu diundang ke acara Hitam Putih oleh Deddy Corbuzier via teleconference Zoom.

Setelah masuk tivi, masker kain yang Bre bikin pasti laku keras. Orderan akan banyak datang. Ketika ini terjadi, para penimbun masker mengalami kerugian besar karena tidak ada yang beli lagi.

Sesudahnya, rak kosong masker Indomaret sudah terisi kembali dengan harga promo beli satu gratis satu.

Apakah ini semacam khayalan? Bisa jadi.

Namun, kenyataannya seorang sahabat lama kami, Cek Nas, berhasil menjual dan memproduksi masker rumahan hanya dengan modal promosi melalui status WhatsApp.

Masker yang dibuatnya tentu bukan seperti masker kain yang kami paparkan di atas. Atau bentuk masker seperti masker Indomaret.

Masker Cek Nas dijahit rapi dengan mesin. Pemesan boleh request bila ingin menaruh nama atau logo di masker. Seperti yang Breedie lakukan. Kami meminta ditaruh bordiran logo website ini di masker tersebut.

Ini dia penampakan masker Breedie. Keren, kan? 🤪

Masker Kain Breedie
Masker Kain Breedie

Dalam sepekan saja, seribu masker yang Cek Nas produksi ludes terjual. Nggak ada wartawan yang meliput kisah inspiratif tersebut. Akibatnya, Cek Nas nggak muncul-muncul di televisi.

Padahal, masker kain desain Cek Nas bisa dikatakan ergonomis. Masker kain ini pas di wajah dan dilapisi kain spunbond di bagian dalam. Tak jauh berbeda dengan masker Xiaomi Mijia Airpop.

Oya, masker ini awalnya mau dibagi-bagikan gratis untuk merayakan masuknya Breedie ke posisi ranking global Alexa di bawah angka satu juta. Namun, karena stok dan produksi terbatas, jumlah masker yang boleh diorder hanya cukup untuk kru dan para penulis Breedie saja.

Kepada para pembaca setia Breedie, nantikan saja giveaway berikutnya, ya. Semoga nanti kami mampu menghadirkan hidayah, eh hadiah yang lebih surprise.

KOMENTAR


Dapatkan beragam artikel dari majalah online Breedie langsung melalui email Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here