Jual Aplikasi ke Snapchat, Pria Muda ini Melanglang Buana

Apa yang dilakukan pria muda ini mungkin juga ingin kamu, para Breeders lakukan suatu hari nanti. Namanya Garrett Gee. Pada 2014, pria asli Utah, Amerika Serikat ini bersama dua temannya menjual aplikasi pemindai Snapcoe ke Snapchat. Nilainya $54 juta. Ckckck…kebayang kalau beli iMac terbaru dapat berapa biji, ya. Snapcode adalah QR code untuk menambahkan teman di Snapchat.

Hasil penjualan itu kemudian dibagi tiga. Gee menolak menyebut berapa bagiannya. Setelah penjualan itu, ia menyelesaikan urusannnya dengan Snapchat. Lalu, tiba-tiba ia memutuskan: “Menyerahkan hidup saya kembali ke tangan saya sendiri dan meninggalkan pekerjaan saya,” ujar pria yang sekarang berusia 28 tahun tersebut.

“Mungkin bagi orang lain, mereka lebih suka berada di lingkungan perusahaan, tapi saya tidak. Pikiran dan jiwa saya berfungsi paling baik saat saya bebas dan hidup jujur.”

Segera setelah berhenti, Gee memutuskan memulai perjalanan berkeliling dunia dengan istrinya, Jessica, dan kedua anak mereka yang masih muda, sekarang berusia dua dan empat tahun. Total, keluarga ini mengunjungi 45 negara dan melakukan 150 perjalanan.

Traveling trip
Traveling trip. Thebucketlistfamily.com

Namun, Gee tidak menggunakan pendapatannya dari Snapchat itu untuk mendanai perjalanan tersebut. Sebagai gantinya, ia dan Jessica menjual semua barang mereka seharga sekitar $45 ribu. Dengan uang segitu, keduanya bersepakat travelling selama enam bulan, sampai Desember 2015. Atau, setidaknya hingga uang itu habis tanpa harus menguras tabungan.

Yang terjadi di tengah jalan adalah, hingga lima bulan berkeliling dunia, pasangan tersebut telah mendokumentasikan perjalanan mereka yang bertajuk “The Bucket List Family” ke dalam blog dan media sosial. Walhasil, kata Gee, selama itu mereka hanya menghabiskan biaya sekitar $5 ribu.

Ternyata, selain berhemat, seperti membeli tiket penerbangan termurah, keluarga itu mendapat tambahan “uang saku” dari blog dan media sosial. Beberapa hotel dan maskapai menawarkan diri sebagai sponsor “The Bucket List Family”. “Saat komunitas (blog dan medsos) kita terus berkembang, mereka pun mulai membayar kami. Tepat sebelum kami menghabiskan $45 ribu. Untungnya, saat ini media sosial kami mulai mendapatkan daya tarik yang cukup bahwa hotel, maskapai penerbangan, dan merek lain mulai bekerja sama dengan kami,” ungkap Gee.

Sebenarnya, kemitraan dan sponsor blog mereka sekarang cukup menggiurkan untuk mendanai gaya hidup mereka sepenuhnya. Lebih dari setahun kemudian, Gee mengatakan bahwa ia belum menghabiskan sepeser pun penghasilan Snapchat-nya. “Sudah aman disimpan dan diinvestasikan. Saya berencana untuk hidup seolah-olah tidak ada dan dengan cara, mulai dari awal,” kata Gee.

Saya masih muda dan ingin menjaga semangat kewiraswastaan—kerja keras saya tetap hidup dan sehat, saya tidak ingin merasa nyaman, saya tidak ingin tenang. Jadi untuk saya, saya mulai kembali tanpa angka dan membangun jalan saya lagi.”

Pada Januari 2016, sekitar 18 bulan setelah didokumentasikan, The Bucket List Family memiliki 455 ribu pengikut di Instagram dan 41.500 pelanggan YouTube. Pada akhir 2017 jumlah follower Instagram mencapai 900 lebih dan 152 ribu pelanggan Youtube. Gee dan Jessica kini menghabiskan sekitar 20 jam seminggu untuk mengelola blog, saluran media sosial, dan kemitraan. Beberapa sponsor mereka seperti GoPro dan Airbnb.

Sembari bertualang, Jessica and Garrett juga menyempatkan diri menyumbangkan uang mereka untuk membuat sekolah di Nepal. Tujuannya untuk membantu memerangi perdagangan manusia.

Bagaimana, semoga kisah Gee dan keluarganya ini menginspirasi kamu. Jika tertarik melihat keseruan petualangan keluarga “medsos” ini, lihat saja di tautan berikut ini, ya.

Artikel ini dikutip Breedie.com dari Insider dan CNBC (cnbc.com)

Jangan lupa share ke medsos, ya Breeders 🙂

Komentar

Komentar