~ Apa sih sebenarnya Dark Web itu? Seberapa bahayanya dunia itu?

Ada segudang cerita tentang apa sebenarnya yang ada di dalam Dark Web. Mulai dari narkoba hingga pembunuh bayaran; namun tak banyak orang paham apa sebenarnya Dark Web itu, atau bagaimana cara mengaksesnya.

Menurut mereka yang ahli, seperti dikutip dariĀ Ranker.com, ada delapan tingkat atau level dalam dunia maya. Mulai dari versi “permukaan” yang biasa dan bisa kita akses sehari-hari, hingga ke level paling dalam, di mana seluruh web berjejaring. Para pengguna Dark Web memotong jalan pintas di level internet yang normal untuk mencuri data, tukar menukar zat terlarang dan melakukan berbagai kegiatan gelap lainnya.

Walaupun Deep Web menggunakan sistem lapisan (layering) yang cukup rumit (disebut “situs-situs lapisan kulit bawang”) agar tetap tersembunyi, sebenarnya mengaksesnya cukup mudah. Kalau Anda tahu bagaimana dan di mana harus mencarinya, maka segala hal yang aneh dan mendirikan bulu kuduk yang ada di sana, tersedia bagi Anda, yang resikonya tanggung sendiri.

Anda memerlukan browser khusus untuk mengakses Dark Web

Situs-situs di Dark Web tersembunyi sifatnya, tidak dapat ditemukan oleh search engine biasa seperti Google, sehingga browser yang “normal” tidak akan dapat mengaksesnya. Secara khusus, situs-situs gulita ini mencakup suffix tingkat tinggi yang menunjukkan bahwa mereka menawarkan servis tersembunyi yang hanya dapat diakses dengan Tor (The Onion Router), atau software lain yang sejenis.

Tor menyembunyikan informasi tentang Anda dengan melakukan routing arus browsing dengan sebuah jejaring berlapis yang memiliki akses pada lebih dari 7000 relay. Dengan demikian, lokasi Anda tampak seolah berubah-ubah berkali-kali, secara virtual “meletakkan” Anda di mana pun di kolong langit, mulai dari Swedia sampai Nikaragua. Ironisnya, Tor awalnya diciptakan oleh Laboratorium Riset Kelautan Amerika Serikat untuk melindungi identitas para whistleblower serta orang-orang tertentu yang menentang rezim politik negaranya.

Dunia maya internet sebenarnya jauh lebih besar daripada yang diduga orang

Betapa masifnya dunia maya biasanya digambarkan dengan fenomena gunung es. Puncak gunung es, yang dapat dilihat semua orang, adalah permukaan dunia maya WWW (World Wide Web), yang hanya 10 persen saja dari keseluruhan informasi yang ada di dalam internet secara keseluruhan. Diperkirakan ada 980 juta situs legal di “web permukaan” ini.

Deep Web adalah bagian yang “terbenam” dari fenomena gunung es ini; informasi yang terkandung dalam Deep Web membangun 90 persen dari jumlah informasi dalam internet secara keseluruhan. Web permukaan memiliki sekitar 19 terabyte informasi. Sementara Deep Web merangkul 7.500 terabyte, dan merupakan markas bagi berbagai situs yang jumlahnya tidak diketahui.

Software pencari biasa tidak mampu mengakses Deep Web

Segala hal di web permukaan dibuat indeksnya oleh mesin pencari. Mesin-mesin pencari ini mengumpulkan informasi dengan cara membuat “laba-laba” atau “perayap”, yang menyusuri rangkaian dari sebuah domain ke domain lain yang berkaitan, lalu membuat katalog dari konten domain tersebut. Karena Deep Web menggunakan Tor, yang tidak “mengakar” pada satu domain tetap, mesin pencari tidak mampu memahami Deep Web atau pun mengikuti rangkaian jejaring informasinya.

Untuk lebih jauh menutupi eksistensi mereka, mengakses situs-situs tersembunyi semacam ini bisa jadi harus menggunakan password. Mesin pencari biasa membatasi gerak pengguna internet untuk hanya dapat berselancar di konten-konten permukaan saja.

Dark Web jauh lebih besar daripada Web Permukaan namun tingkat kejenuhannya jauh lebih rendah

Web Permukaan terdiri dari situs-situs seperti YouTube, Twitter dan Facebook–situs yang biasa kita jumpai sehari-hari. Sedangkan Dark Web terdiri atas situs-situs yang memang sengaja disembunyikan, situs yang menempati laman terakhir dari hasil pencarian mesin pencari, dan situs yang tidak lagi di-indeks-kan.

Sebagian besar konten Dark Web–yang sangat besar ukurannya itu — sangat tersembunyi. Kalau Web Permukaan memiliki sekitar dua miliar pengguna, pengguna Dark Web cuma 960 ribu user. Sedikit saja pengguna internet yang mencari situs rahasia (yang dienkripsi), dan sebagian besar dari pengguna bahkan sama sekali tidak tahu bagaimana cara menemukan Dark Web.

Dark Web telah berulang kali mengembangkan diri

Istilah “darknet” atau “jejaring rahasia” pertama kali digunakan pada 1970-an untuk menggambarkan jejaring di luar ARPANET (Advanced Research Project Agency Network_Badan Proyek Jejaring Riset Lanjutan). ARPANET adalah pondasi dasar yang kelak berkembang menjadi internet. Pada 2000, Freenet muncul dan menjadi pilihan cara berselancar di internet tanpa kena sensor. Jejaring “peer to peer” I2P, yang lebih canggih, dibuat pada 2003.

Laboratorium Pusat Kelautan Amerika Serikat (US Naval Research Lab) mengembangkan Tor pada 2002 untuk membantu merahasiakan identitas individu tertentu yang memang tak ingin diketahui orang lain. Namun Tor kemudian dilepas kepada publik sebagai produk nonprofit.

Deep Web itu legal. Jasa yang disediakannya yang ilegal

Menggunakan mesin selancar Tor agar identitas kita tetap rahasia selama kita berselancar, atau untuk mengakses Deep Web, adalah sah-sah saja. Namun, pihak berwajib memberikan perhatian khusus kepada para pengguna Deep Web, karena Tor kerap digunakan oleh kaum kriminal untuk melakukan aktivitas ilegal. Pengguna Deep Web diketahui berjual beli informasi curian, narkoba, atau terlibat dalam berbagai aktifitas ilegal yang tersebar di Dark Web. Situs Silk Road salah satu contohnya.

Bitcoin adalah alat bayar favorit Deep Web

Mata uang kripto Bitcoin satu-satunya alat bayar yang diterima di Deep Web. Alasannya, tidak seperti metode pembayaran online lainnya, bitcoin tidak bisa dilacak. Bitcoin melindungi identitas serta informasi pribadi pengguna, ini membuat pengguna bebas membeli barang atau servis terlarang.

Hanya perangkat lunak khusus yang dapat “menambang” mata uang digital yang dienkripsi ini. Walau demikian, nilai Bitcoin tidak pernah tetap. Jadi uang yang kita miliki tidak memiliki jaminan keamanan yang penuh.

Data yang dijual di Dark Web relatif murah

Dark Web adalah pasar terbuka tempat para pengguna dapat menjual dan membeli informasi pribadi orang lain. Sebenarnya, harga yang dibanderol untuk bisa mengakses data ini, bikin bulu kuduk berdiri saking murahnya. Menurut Visual Capitalist, rekam medis dijual seharga $50, nomer Jaminan Keamanan Sosial $1.000, dan informasi kartu kredit sekitar $60.

Infografis oleh Breedie. (Resource oleh Freepik.com)
Infografis oleh Breedie. (Resource oleh Freepik.com)

Level Satu dan Dua dapat diakses dengan browser normal

Diduga ada delapan level dalam internet. Dua yang pertama, Web Permukaan dan Web Bergie, dapat diakses siapa saja melalui komputer biasa. Situs-situs seperti Reddit ada di Web Permukaan tapi dianggap sebagai gerbang atau penghubung ke konten-konten Deep Web karena sering tercantum link-link yang menghubungkan keduanya.

Web Bergie adalah situs yang tidak masuk indeks sehingga tidak masuk dalam hasil pencarian mesin pencari. Namun, konten-kontennya masih bisa diakses dengan mesin pencari biasa. Website yang ada antara lain 4chan, BlackHatWorld, dan 1eden.

Level Tiga mengandung konten “ilegal”

Level Tiga dari internet sedikit rumit; level ini memiliki level proxy sekaligus level Tor. Level proxy bertindak sebagai perantara, penghubung pengguna dengan konten-konten ilegal. Situs-situs di Level Tiga penuh sesak dengan “materi dewasa” ilegal, video rekaman pembunuhan, informasi hasil retasan, serta berbagai materi menyimpang lainnya.

Level Tiga memerlukan browser Tor. Dengan Tor, pengguna memiliki akses ke seabrek materi-materi “abu-abu”, termasuk arsip WikiLeaks, cara merakit bom, intelejen federal dan informasi kelompok-kelompok teroris.

Level Empat mengandung konten-konten terlarang

Level Empat internet, disebut Web Charter, memerlukan browser Tor. Diduga di sinilah pengguna dapat menemukan narkoba, buku-buku dan film terlarang, informasi tentang perdagangan manusia dan Hidden Wiki” tempat kita bisa mendapatkan daftar seluruh situs “gelap” dalam Web Charter.

Rumornya, sebagian besar web charter dibangun menggunakan sistem “closed shell”. Situs-situs private ini tidak dibuka untuk umum dan hanya bisa diakses dengan router khusus yang bisa memecahkan sistem coding dari sistem “shell” ini. Namun, bagian ini sulit didapat. Konon, situs-situs “Closed Shell” adalah sumber dari beberapa data WikiLeaks. Biasanya, situs-situsnya diwadahi pada komputer atau jejaring yang tidak terhubung dengan sumber di luar.

Level Lima kemungkinan ada di tatar teoritis dan Level Enam yang paling berbahaya

Level Lima dari internet disebut Web Mariana. Sebagian pegiat dunia maya berpendapat bahwa level ini tidak benar-benar ada. Web ini diduga mengandung banyak informasi rahasia, seperti misalnya informasi tentang lokasi sebenarnya dari Atlantis, si Benua yang Hilang. Bagian ini dinamakan seperti Palung Mariana–bagian terdalam dari seluruh Samudera di dunia (Palung Mariana asli letaknya di Samudera Pasifik). Namun, banyak teori mengatakan bahwa teknologi yang sanggup menjangkau Web Mariana ini belum lagi ditemukan.

Para ahli mengatakan bahwa Level Enam adalah yang paling rahasia sekaligus paling berbahaya. Beberapa mengatakan bahwa untuk menjangkau konten-konten dalam Level Enam diperlukan komputer kuantum, teknologi super bisa yang masih dalam proses pengembangan.

Level Tujuh dan Delapan kemungkinan adalah level yang mengontrol dunia ini

Dalam banyak hal, sebagian besar dari pengetahuan kita tentang level terdalam dari internet didasarkan pada spekulasi serta dugaan belaka, dan, pada banyak kasus, juga dilandaskan pada “urban legend” alias cerita yang beredar dari mulut ke mulut. Misalnya, Level Tujuh, dijuluki “Sang Kabut” atau “Kuah Virus”, bisa saja nyata, namun bisa jadi juga hanya khayalan. Beberapa menggambarkannya sebagai zona perang, penuh sesak oleh pengguna yang saling sabot, guna mencegah akses ke informasi berharga di level selanjutnya, yaitu Level Delapan.

Level terakhir dari internet disebut Sistem Prima. Sektor ini konon mengontrol internet secara keluruhan, dan mengeluarkan perintah yang tidak bisa dengan mudah diubah.

Deep Web memang benar-benar cocok menyandang reputasi hitamnya

Menurut Visual Capitalist, harga sewa seorang pembunuh bayaran di Deep Webb berkisar antara $20.000 sampai $100.000, tergantung dari status dan kedudukan sosial si target. Tapi informasi ini tidak selalu benar. Yang jelas, paling tidak satu situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran terbukti hanya penipuan.

Situs pasar gelap menempati sepertiga terbesar dari Dark Web, yang hanya kalah dari jaringan narkoba dan obat bius, serta jaringan berbagai pemalsuan. Konten “dewasa” yang sugestif sifatnya serta materi-materi kekerasan juga bejibun jumlahnya di Dark Web; situs-situs ini benar-benar bermasalah. Para peretas juga gemar menggunakan Dark Web untuk tukar menukar dan jual beli perangkat lunak perusak (malware) ilegal.(Jodi Smith)

Artikel ini dikutip dari Ranker.com

– Diterjemahkan oleh Dian Guci

Komentar

Komentar