Daftar Netflix Pakai Kartu Debit Visa Bank Jago? Gampil, Bree…

~ Semudah mengupil

Netflix salah satu platform penyedia layanan media streaming yang menjadi primadona. Khususnya para penikmat film yang gatal pengen ke bioskop tapi nggak bisa, karena: (1) bioskop nggak buka selama pandemi, (2) di daerahnya nggak ada bioskop (kasiannn).

Selain itu, ada juga penikmat film yang selama ini menyemarakkan kanal-kanal liar, lari ke Netflix, sebagai alasan menghargai karya dan hak cipta orang lain. Sungguh, kesadaran ini patut kita apresiasi bersama dan setinggi-tingginya. Lagipula, kini semakin banyak website film ilegal yang dibasmi Kominfo. Walaupun setelah tumbang satu akan muncul 10, dengan kloningan beberapa IP berbeda.

Selain kesadaran menghargai karya, adakalanya juga, mengakses website ilegal berpengaruh ke pencurian data. Sebuah situs yang menyediakan film-film gratis tentu mencari benefit tersendiri. Hanya mereka dan Tuhan yang tahu apa saja untung yang didapat.

Katakanlah satu contoh, ketika pengguna mengunduh film yang disimpan di server cloud kayak Google Drive, mereka harus memberikan akses akun Google Drive-nya ke pemilik website. Soal aman atau tidaknya hal ini silakan pikir sendiri. Tapi hingga hari ini, Google Drive masih empuk sebagai salah satu cloud server sasaran penempatan film-film yang boleh dibilang: bajakan.

Daripada mengakses situs streaming ilegal dengan segala risiko, para penonton film beralih ke platform-platform legal. Salah satunya Netflix. Di sini, ibu-ibu dan bapak-bapak penggila Drakor dapat menonton serial dan film terbaru Korea dari rumah sambil menyiram janda bolong.

Hanya saja, menonton film di Netflix perlu berlangganan. Dan ongkos membership itu tidak bisa dibayar dengan pulsa atau melalui e-wallet seperti Gojek, Ovo, dan sebangsanya. Berlangganan Netflix hanya bisa dilakukan dengan kartu kredit atau debit VISA, MasterCard dan American Express.

Ah, bapak-bapak dan ibu-ibu penggila Drakor sudah pasti tau dong soal ini.

Tapi, tak banyak orang punya kartu-kartu dimaksud. Salah satu bank swasta, BCA, sebenarnya menyediakan fitur debit online yang kalau diaktifkan dapat dipakai berlangganan Netflix. Bagi pengguna BCA, silakan dipakai cara ini jika dirasa lebih menyusahkan memudahkan.

Tutorial ini hanya fokus pada Bank Jago karena urusannya lebih mudah. Hingga saat ini, biaya transaksi di Bank Jago juga masih free tiktok. Bank digital ini, ehm, menyediakan kartu debit yang bisa dipakai untuk pembayaran online atau transaksi di ATM dan EDC berlogo ATM Bersama dan Alto di Indonesia serta Visa yang tersebar di seluruh dunia.

Baca Juga: Ditolak Si Jenius, Dicerai Mati BCA, Lalu Kawin Lari Sama Bank Jago

Buat yang mau berlangganan Netflix, kata kuncinya cuma Visa, abaikan yang lain. Artinya, hanya berbekal kartu berlogo Visa tersebut, udah bisa berlangganan Netflix. Yang dibutuhkan hanya nomor kartu, masa berlaku, dan tiga digit kode CCV atau kode keamanan kartu.

Anggap saja kamu sudah menjadi nasabah Bank Jago dan sudah memesan kartu debit, baik fisik maupun digital. Agar kartu bisa dipakai berlangganan Netflix, isi saldonya dengan jampi-jampi uang. Pengisian dapat dilakukan melalui digital banking, mobile banking, SMS banking, internet banking, maupun ATM. Silakan pilih mana suka, lalu ikuti instruksi yang diberikan Bank Jago pada setiap pilihan transfer yang tersedia.

Setelah saldo terisi, daftar Netflix. Jangan bilang kamu belum melakukannya. Ini gampil saja. Setelah mendaftar dan membuat akun Netflix, pengguna akan diarahkan memilih paket langganan. Netflix menyediakan paket langganan bulanan yang dibagi dalam beberapa kategori harga.

Seluler

Harganya Rp54 ribu sebulan. Termurah di antara seluruh paket. Sebelumnya harga paket ini Rp49 ribu sebulan. Setelah keluarnya Peraturan Menteri Keuangan pada Juli 2020, Netflix menaikkan harga paket karena regulasi ini mewajibkan seluruh produk digital impor berbentuk barang tak berwujud maupun jasa, termasuk layanan streaming harus dikenai Pajak Pertambahan Nilai alias PPN senilai 10 persen.

Jika memilih paket ini, pengguna hanya dapat menonton melalui satu gadget saja, baik smartphone atau tablet, dengan kualitas gambar resolusi 480p. Namun, Netflix sepertinya berbaik hati soal ini. Sebuah akun Netflix yang berlangganan paket tipe ini bisa dipakai di dua smartphone.

Dasar

Kena cas Rp120 ribu sebulan. Kualitas gambar yang diberikan sama seperti paket ponsel. Kelebihan paket ini, selain di smartphone, pelanggan dapat menonton film di laptop dan tivi. Kata Netflix sih, cuma dibatasi di satu layar saja.

Standar

Dari Rp139 ribu paket ini naik menjadi Rp153 sebulan. Kalau langganan paket ini, kamu bisa nonton film dengan kualitas gambar HD atau resolusi 1080p. Selain itu, film dapat ditonton melalui smartphone, tablet, laptop, dan tivi pada dua layar sekaligus.

Premium

Paket langganan Netflix termahal bagi penonton di Indonesia saat ini. Paket seharga Rp186 ini membolehkan pelanggan menonton film dengan kualitas gambar HD maupun Ultra HD di empat layar sekaligus. Baik itu melalui smartphone, tablet, laptop, maupun tivi.

Paket-paket ini bisa di-downgrade dan upgrade sesuai selera. Jika awalnya berlangganan Premium misalnya, lalu saat jatuh tempo bulan berikutnya ingin beralih ke paket ponsel, “Tentu saja bisa!” kata akak-akak di Spotify.

Sistem berlangganan Netflix tidak seperti ngopi di warung, minum dulu baru bayar. Jadi, penonton harus bayar dulu baru dikasih nonton. Rada kapitalis gitu, ya Bree? Jelas. Katakankanlah, sebagai rakyat jelata alias proletar korban kapitalis kamu memilih paket standar saja. Maka, cukup isi saldo Rp54 ribu di akun Jago. Saldo akan terpotong nanti saat keanggotaan Netflix-mu diterima.

Setelah itu, masuk ke halaman konfigurasi pembayaran. Di situ, Neflix akan bilang, keanggotaan dilakukan tanpa komitmen dan dapat dibatalkan kapan saja. Entah mau kamu senyumin atau cuekin saja “petuah” Netflix itu tetap harus lanjut ke langkah berikutnya.

Salin nomor kartu debit visa Bank Jago beserta masa berlaku dan kode CCV, pastekan di laman konfigurasi pembayaran Netflix. Centang ketentuan penggunaan, klik mulai keanggotaan, verifikasi nomor telepon. Done! Kamu resmi terdaftar sebagai anggota persekutuan rahasia iluminati Netflix dan mulai bisa menonton film-film yang tersedia di platform. Sebagian film bisa didonwload untuk ditonton kapan ada waktu secara offline.

Kekurangan Netflix

Jumlah film di Netflix sangat banyak. Konten yang ditawarkan pun beragam genre. Mulai dari film lawas hingga kekinian, bahkan dokumenter-dokumenter ciamik garapan Netflix. Tapi, itu dia, salah satu kekurangan pertama Netflix adalah pengguna tidak bisa menyaring film-film berdasarkan tahun rilis. Hal ini salah satu yang bikin pengguna Netflix gondok. Atau, mungkin cuma saya?

Baca Juga: Daftar Film Akhir Pekan yang Jarang Terdengar

Tidak jelas alasan kenapa Netflix tidak mencantumkan penyortiran film berdasarkan tahun. Jika ingin tahu film mana yang rilis tahun 2021, kita harus memelototi satu per satu judul film. Agak membuang waktu kalau harus searching atau melihat informasi di situs-situs lain. Apakah ini tujuan dari Netflix agar penonton penasaran? Capek sih, iya.

Memang ada fitur ‘Coming soon’ yang sedikit membantu barangkali. Di situ tertera jadwal rilis serial beberapa terbaru, terutama buatan Netflix.

Kekurangan lain yang patut disadari penonton Netflix, tak semua film, termasuk yang terbaru, ada di sana. Film-film produksi HBO dan Amazon, contohnya, tidak tersedia di Netflix. HBO merilis film-film buatannya di platform tersendiri seperti HBO Go, sedangkan Amazon di Video Prime.

Jadi, kalau udah berlangganan Netflix tapi tidak bisa menemukan “The Conjuring 3” di Netflix, ya itu salahmu sendiri tinggal berlangganan layanan penyedia streaming yang lain. Ada Iflix, Viu, HBO Go, Video Prime, dan banyak lagi. Karena, nonton film kan butuh usaha juga, Bree.


Update: Berlangganan Netflix kini juga bisa dilakukan dengan Gopay. Syaratnya sama saja, akun Gopay harus berisi saldo yang cukup untuk biaya berlangganan paket Netflix.

KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here