Resep Rahasia dan Tips Sederhana Membuat Risol Enak Agar Disayang Suami

~ Dijamin setelah ini risol jadi, suami makin sayang, deh.

Sepuluh risol habis dilahap suami saban waktu berbuka puasa tahun ini di tengah pandemi corona.

Hingga Ramadan di puncak Nuzulul Quran, suami nggak bosan-bosan dengan menu bukaan berupa risol atau yang dalam bahasa Belanda disebut risolle itu.

Begitu sirene tanda berbuka puasa di RRI berdengung dari masjid kampung__yang kadang suaranya kalah oleh deru hujan__beliau dengan raut wajah yang rumeh langsung mencomot risol.

Risol pertama, suami bergumam, “Hmm, mantapnya.” Risol kedua, “Hmm, enaknya.” Lalu risol kesekian, “Hmm, mangat that (enak banget), hingga risol jatah aku dan anak habis diembat semua.

Tak apa, saya dan anak-anak lebih memilih sop buah dengan ragam buah yang dipotong pas seukuran dadu ludo. (Kalau tulisan ini lolos di Breedie, aku sambung dengan tulisan tentang cara membuat sop buah tak pakai santan).

Anak-anak tidak protes. Mungkin karena mereka sudah bosan dengan risol. Setiap hari selama puasa saya menggoreng hingga 15 risol sebagai penganan berbuka.

Tapi tidak dengan si bapak anak-anak. Baginya, buka puasa tanpa risol bagaikan Thanos tanpa sarung tangan infinity … ah, tak mampu saya melukiskan kata-kata yang tepat.

Oya, risol-risol itu bikinan saya, lho. Bukan hasil ngabuburit di lapak-lapak takjil.

Penganan bulat panjang berisi sayur cincang yang digoreng ini saya buat berdasarkan resep sederhana dengan sedikit tips rahasia untuk menghasilkan kelezatan sempurna.

Setidaknya begitulah testimoni dari almarhum ayah saya, suami seperti saya ceritakan di atas, anak-anak, kakak, dan adik saya.

Oke, sebelum kita ke dapur untuk mempraktikkan cara membuat risol, perkenalkan, saya Kak Roast. Hobi saya, belanja minyak goreng satu kardus sekaligus.

Sejak Ramadan pertama hingga sudah 27 hari lewat, setiap hari menjelang sore saya merajang kentang dan wortel berbentuk dadu ukuran 3×3 milimeter.

Merajang dengan ukuran konsisten ini salah satu resep rahasia agar isi risol matang merata dan jadi banyak tentunya.

Namun, rahasia enak tidaknya risol tidak ditentukan ukuran tersebut melainkan bumbunya.

Ukuran yang konsisten itu diperlukan kalau akak-akak mau ikut kompetisi master chef.

Kalau untuk dimakan sendiri sih, potong saja sesuka hati, tidak usah rapi, dan pas semuanya tiga mili.

Risol basah siap goreng.
Risol basah siap goreng. (Properti pribadi)

Bahan dan Alat

Jadi, untuk menghasilkan risol yang lezat paripurna ala Kak Roast, siapkanlah dulu bahan-bahan wajib dan alat tempurnya:

Daging dan sayuran untuk isi

1. Kentang
2. Wortel
3. Buncis kalau ada
4. Seledri atau daun sop
5. Daging ayam (kalau suami kasih duit belanja lebih)
6. Telur satu butir ukuran paling kecil

Bumbu-bumbu yang dihaluskan

1. Lada
2. Bawang putih
3. Kemiri

Bahan untuk kulit risol

1. Tepung
2. Garam
3. Minyak goreng satu sendok makan
4. Air secukupnya

Alat tempur perlengkapan kerja

1. Wajan teplon terbalik, khusus untuk cetak kulit risol
2. Blender
3. Kompor
4. Celemek (kalau ada)
5. Topi syef (kalau ada)

Tahap Pertama: Memasak Isi Risol

Setelah semua bahan dan alat tersedia, mari kita mulai tahapan pertama dengan memasak isi risol terlebih dulu.

Pastikan rajangan bahan sayuran untuk isi risol telah tersedia sesuai selera. Minimal kentang sama wortellah.

Bagusnya isi risol itu berisi sayuran dengan pola tiga warna jihiku alias jingga, hijau, dan kuning. Jingganya dari wortel, hijaunya dari buncis, dan kuningnya dari kentang.

Pola gradasi warna isi macam begini akan menambah nilai estetika sebuah risol.

Kalau akak-akak beli risol dengan isi satu warna saja, campuran kentang sama buah labu jepang, bisa saya pastikan itu yang jual cuma mau untung saja. Hehe, saya becanda.

Baca Juga: Standar Ganda Seledri

Kalau risol Kak Roast, pasti isinya tiga warna sayuran plus daging ayam, kalau suami kasih uang belanjaan lebih. Pandai-pandailah servis suami biar dapat uang belanjaan lebih, ya, akak-akak 😘.

Semua sayuran tadi dipotong kecil-kecil. Jangan terlalu besar seukuran dadu ludo, susah digulung. Kalau buncis dirajang, ya, karena buncis tidak pernah bisa dipotong dadu.

Sementara itu, haluskan bumbu-bumbunya dengan cara digiling. Inilah rahasia risol enak.

Bumbu tidak dihaluskan dengan blender melainkan dengan batee peh alias batu mesin giling.

Terus blendernya nganggur dong? Nggak juga, blender yang disiapkan tadi di atas akan dipakai untuk mengaduk tepung kulit risol.

Sampai di sini ikuti saja dulu tutorial cara membuat risolnya, jangan banyak protes. Nanti akan dijelaskan lagi pada tahapan membuat kulit risol.

Bumbu yang dihaluskan kemudian ditumis hingga mengeluarkan aroma sedap, lezat, dan gurih. Aroma yang kira-kira menggoda iman orang untuk berbuka puasa.

Nah, kalau ada tambahan daging ayam, sekalian saja ditumis bersama bumbu halus ini.

Aduk-aduk dan pastikan bumbu meresap sempurna ke dalam daging ayam. Lalu tuangkan sayuran isi yang sudah dicincang.

Tambahkan air secukupnya saja. Jangan kelebihan hingga kebanjiran itu sayuran. Nanti isi risolnya jemek alias lembek.

Isi risol dimasak hingga kentang layu pulen dan wortel matang sempurna. Pastikan buncis juga matang hingga rasanya tidak lagi seperti buncis di batang.

Setelah itu, sebelum diangkat, tuangkan rajangan daun seledri dan aduk hingga merata. Lalu, matikan kompor, duduk di kursi, selonjorkan kaki.

Sampai disini, isi risol sudah siap dengan paripurna.

Tahap Kedua: Membuat Kulit Risol

Pastikan akak-akak sudah bangun dari kursi alias tidak lagi duduk agar kita bisa melanjutkan cara membuat risol ke tahapan membuat kulitnya.

Kulit risol salah satu bagian terpenting agar penganan ini eye catching. Ya, supaya mata-mata orang tertarik melihat dan mencicipinya.

Makanya, untuk menghasilkan kulit risol sempurna tanpa cacat, blenderlah adonan tepung terigu dengan menambahkan satu sendok minyak goreng dan garam secukupnya.

Kenapa diblender? Supaya gumpalan tepung teraduk sempurna dengan air, garam, dan minyak goreng.

Sebentar, sebentar, Kak Roast, itu adonan nggak pakek telur? Terus telur yang satu butir yang sudah disiapkan untuk apa?

Adonan risol tidak pakek telur, sayangku. Sesederhana itu. Telur satu butir itu cuma dipakai putihnya saja sebagi lem untuk merekatkan gulungan isi risol.

Baca Juga: Balada Telur Dadar yang Berakhir Manis di Perut John Sang Don Juan

Belum habis ditulis sudah diinterupsi, macam rapat paripurna dewan saja. Baca dulu sampai habis, kalau ada yang tidak engkau mengerti, silakan bertanya di kolom komentar.

Kalau engkau enggan berkomentar, japri saja akun IG Kak Roast.

Baiklah, jangan melebar ke mana-mana. Mari kita kembali ke adonan kulit risol. Mengaduk tepung adonan kulit risol lebih cepat jika diblender.

Apalagi jika waktu sudah kepepet sama bukaan, telat masak gegara menonton drakor yang tiada habis episodenya. Akhirnya kejar-kejaranlah sama deadline sirene berbuka puasa.

Di situ, blenderlah solusinya.

Selanjutnya, adonan tadi dibakar di atas wajan teflon terbalik yang khusus cetakan risol. Dengan wajan ini, mencetak kulit risol sangat mudah dan cepat.

Tinggal celup, bakar di kompor, dengan sekejap adonan mengeras. Lalu dihentak sedikit, kulit risol mengelupas dengan sendirinya.

Cara membuat risol
Cara membuat risol. (Properti pribadi)

Tahap Ketiga: Menggulung dan Menggoreng

Di atas kulit risol yang masih hangat-hangatnya, barulah ditaburkan satu atau dua sendok sayuran yang telah dimasak tadi sebagai isinya.

Gulung perlahan dan pakai perasaan hingga membentuk tabung bukan trapesium. Lalu oleskan putih telur sebagai perekat.

Sudah paham kan kenapa telur yang disiapkan harus yang kecil? Karena cuma dipakai sebagai perekat kulit risol. Biar tidak mubazir, pilih yang kecil saja.

Terakhir, goreng risol-risol basah tadi dalam belanga dengan minyak goreng premium hingga matang dan berwarna kekuningan dengan tekstur sedikit gosong dikit.

Tadaa…ini dia risol ala Kak Roast yang gurih dan lezat. Selamat mencoba, ya, akak-akak. Semoga cara membuat risol ini bisa diikuti dengan baik.

Baca Juga: Tips Menggoreng Ikan Ala Breedie

FAQ | Frequently Asked Questions

Sebelum bertanya dan tidak mungkin dijawab langsung, berikut saya tambahkan FAQ-nya.

Q: Kalau saya tidak ada teflon khusus untuk cetak kulit risol, bisa tidak bikin kulit risol dengan teflon biasa?

A: Bisa, dengan teflon biasa boleh juga. Yang penting adonan yang dimasak bulat merata. Penggunaan teflon khusus cetak kulit risol untuk mempermudahkan saja.

Q: Sepanjang tulisan ini saya baca, kok tidak ada tambahan penyedap rasa a.k.a micin untuk mendapatkan rasa lezat?

A: Silakan ditambah bumbu tambahan seperti Royco dan lain-lain sesuai selera. Menurut Kak Roast, campuran lada dengan garam itu sendiri yang mengeluarkan aroma sedap. Lezatnya ada di kemiri.

Q: Kenapa bahan-bahan yang disiapkan tidak ada takarannya. Kan susah ikuti cara buat risolnya?

A: Kak Raost sudah terbiasa masak tanpa takaran khusus. Untuk bikin bumbu risol ini, cukup kira-kira saja sendiri sesuai selera.

Q: Apakah cara membuat risol ini seratus persen dijamin keberhasilannya?

Asal tekun mencoba dan tidak asyik bergibah pasti berhasil. Walaupun tidak serta-merta.

Awal mula percobaan Kak Raost bikin risol pada tahun 2014, hasil nggak enak juga. Setelah itu, semakin banyak bikin risol hingga ribuan jumlahnya, pada akhirnya akan enak juga.

KOMENTAR


Dapatkan beragam artikel dari majalah online Breedie langsung melalui email Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here