Beranda Penulis Dikirim oleh Dian Guci

Dian Guci

16 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Praktisi pendidikan, berdomisili di Banda Aceh.

Melawan Gravitasi: Kisah Gadis Pidie Penakluk Punggung Bumi

Berbanding terbalik dengan para seniornya di Mapala, awalnya keluarga Purcel tidak gembira dengan kegiatannya di bidang panjat tebing.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Kesembilan

Ketiga cowok anak Smansa itu beranjak. Seperti hendak pergi. Namun mendadak si 'Wolf' berhenti. Berbalik.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Kedelapan

Kawan-kawan Ayah belum berhasil tahu bahwa akun DĕGedĕ alias the Great D yang membuat mural di depan Mal South End adalah Dinda.

Kopi dan Saya: Till Death Do Us Part

Saya rasa hubungan cinta saya dan kopi benar-benar cinta sejati tanpa selingkuh dan sakit hati. Dan hubungan ini akan kami pelihara hingga ujung jalan.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Ketujuh

"Nah! Kalau kamu punya masalah, kamu boleh pilih. Kamu cerita padaku, merasa lebih enakan lalu kembali menjalani hidup, atau diam aja."

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Keenam

Untuk beberapa saat Dinda masih berpikir-pikir, menimbang-nimbang apakah dia tadi tidak melanggar “wilayah pribadi” Nana.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Kelima

“Mamak sudah meninggal, Ustazah,” tukas Dinda. Ustazah Sofia spontan menutup mulut dengan sebelah tangan. “Astaghfirullah… Maaf neuk….”

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Keempat

Orang yang ditubruknya tertegun. Dinda menarik kerudungnya, memeganginya di kanan-kiri kepala agar tak meluncur turun lagi.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Ketiga

"Kalau nggak ngopi pagi-pagi, Bunda nggak bisa berfungsi, nggak loading," kata Bunda selalu.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Kedua

Keputusan Ayah sudah bulat. Sebulan setelah pagi itu, pulang sekolah Dinda menemukan semua rak-rak dan lemari buku sudah kosong.

Gadis Graffiti: Novela Dian Guci — Bagian Pertama

Saat menjalankan “Operation Jakarta Underground”, begitu mereka menyebut ekspedisi membuat graffti ini, Dinda selalu pergi bersama-sama dengan seniornya di sekolah.

Surat dari Aceh untuk 32 Saudaranya

Kalian sekarang terkejut dan takut ketika rakyat kalian dijemput “orang tak dikenal” dengan pakaian tertutup sampai wajah. Rakyatku sudah biasa.
- Advertisement -Banner Lensza